Owner Raja Molen Akan Membawa Kasus Pungli ke Ranah Hukum

Bekasi, JNcom – Salah satu outlet Raja Molen di Bekasi menjadi sasaran pungutan liar oleh seorang pelaku (oknum) yang mengaku sebagai bawahan atau anggota dari Satpol-PP Bintara Raya. Oknum menegaskan bahwa dirinya diutus oleh atasannya untuk mengambil uang koordinasi keamanan kepada karyawan outlet Raja Molen di Masnaga, Bintara, Bekasi, Senin (6/7/2026). Kejadian ini terjadi pada…

Avatar admin

by

2 menit

Read Time

Bekasi, JNcom – Salah satu outlet Raja Molen di Bekasi menjadi sasaran pungutan liar oleh seorang pelaku (oknum) yang mengaku sebagai bawahan atau anggota dari Satpol-PP Bintara Raya. Oknum menegaskan bahwa dirinya diutus oleh atasannya untuk mengambil uang koordinasi keamanan kepada karyawan outlet Raja Molen di Masnaga, Bintara, Bekasi, Senin (6/7/2026).

Kejadian ini terjadi pada pukul 11.54 WIB siang tadi. Pelaku memanfaatkan kondisi outlet yang sedang sepi tersebut, dengan menyebutkan salah satu nama yang diyakininya sebagai atasannya yakni Komandan E, tak lupa pelaku juga menyebutkan nama owner Raja Molen yakni RS. Karyawan yang menjadi korban bernama Luthfiyana (19) dipaksa pelaku untuk membayar Rp.2.500.000.

“Saat itu kondisi lagi sepi, tiba-tiba oknum itu mengaku sebagai bawahan dari atasannya Komandan E, katanya minta uang koordinasi keamanan. Dia juga menyebut nama owner Raja Molen, oknum itu maksa dan nada bicaranya kasar. Jadi terpaksa saya kasih,” kata Luthfiyana.

Ia menyebut situasi tersebut sangat menegangkan dan diiringi dengan rasa takut karena di outlet ia hanya seorang sendiri tanpa ada rekan kerja lainnya. Alhasil, ia menyerahkan uang Rp 250.000 kepada oknum tersebut, tanpa berlama-lama pelaku langsung pergi.

“Saya takut, oknum tersebut marah – marah, mendesak saya untuk menyerahkan uang, karena saya lagi kerja sendiri tidak ada rekan, Jadi terpaksa saya kasih uang tersebut,” ujarnya.

Owner Raja Molen, RS turut mengungkapkan rasa kecewanya karena kejadian tersebut. Menurutnya hal itu
sangatlah merugikan para pedagang.

“Saya sebagai owner Raja Molen sangat khawatir dan prihatin atas kejadian ini, bisa saja modus seperti ini terjadi pada pedagang lain,” ujar RS Owner Raja Molen di Molen Center, Bekasi, Senin (6/7/2026).

RS mengatakan bahwa oknum yang mengatasnamakan Satpol-PP harus ditindak tegas oleh pihak berwajib agar tidak melakukan tindakan merugikan sehingga menimbulkan korban yang lain.

“Oknum yang melakukan pungli mengatasnamakan Satpol PP akan saya tindaklanjuti. Mencari tersangka dan membawa perkara ini ke ranah hukum, karena sangat merugikan pedagang dan mencoreng nama Satpol PP,” tegas RS.

Saat dimintai keterangan oleh reporter, Ketua Satpol PP Bintara Raya, Komaruddin mengatakan bahwa dirinya tidak punya anggota yang bernama Komandan Edy di Satpol-PP Bintara Raya dan tidak ada arahan ke anggota nya untuk meminta uang pada pedagang.

“Oknum tersebut mengatasnamakan Satpol PP untuk mencari keuntungan pribadi. Saya selaku Ketua Satpol PP Bintara Raya menghimbau agar para pedagang tak mudah percaya jika ada oknum yang melakukan pungli mengatasnamakan Satpol PP , apalagi tak memakai seragam dan tanda pengenal,” ungkap Komaruddin.

Ia menegaskan akan mengkoordinasikan kejadian tersebut ke Mako, untuk meminimalisir terjadinya kasus pungutan liar tersebut.

“Kasus ini akan saya koordinasikan ke atasan saya di Mako. Jika ada kejadian serupa, segera laporkan,” pungkasnya.
(Fri)

About the Author

About the Author

Easy WordPress Websites Builder: Versatile Demos for Blogs, News, eCommerce and More – One-Click Import, No Coding! 1000+ Ready-made Templates for Stunning Newspaper, Magazine, Blog, and Publishing Websites.

BlockSpare — News, Magazine and Blog Addons for (Gutenberg) Block Editor

Search the Archives

Access over the years of investigative journalism and breaking reports