Ketua IWAPI, Ir. Nita Yudi, MBA
Jakarta, JNcom – Kekhawatiran negara-negara di dunia terkena dampak dari perang Iran dengan AS-Israel terutama pasca ditutupnya selat Hormuz, kebutuhan pasokan energi semakin terancam. Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah agar perekonomian Indonesia selamat dari keterpurukan.
Menyikapi kondisi tersebut, Ketua Umum DPP Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Ir. Nita Yudi, MBA menegaskan konflik yang memanas di Timur Tengah akan berpengaruh besar di semua lini. Namun demikian, kekayaan alam yang dimiliki Indonesia bisa mengobati kekhawatiran tersebut.
“Perang di Timur Tengah menyebabkan bahan bakar akan naik, artinya semua lini akan terdampak. Tetapi Alhamdulillah Indonesia memiliki sumber daya alam yang luar biasa dan pemerintah meminta masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Nita disela-sela kegiatan Halal Bihalal KOWANI, Rabu (1/4/2026).
Ditengah kondisi seperti ini, ia mengajak masyarakat Indonesia khususnya generasi muda untuk menggali potensi seperti mengembangkan energi dari tenaga Surya untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak. Jika ini berhasil, energi yang digunakan merupakan energi yang ramah lingkungan. Dari sisi Pengusaha, ia menghimbau untuk melakukan efisiensi sebagaimana yang pernah dilakukan pada masa Covid-19.
“Dewasa ini telah banyak menggunakan tenaga listrik yang bersumber dari tenaga Surya. Tetapi saya minta sumbernya jangan terlalu mahal supaya UMKM bisa beralih tidak memakai bensin lagi,” tuturnya.
Sebagai organisasi yang berada dalam naungan KOWANI, IWAPI berharap dapat mendukung kegiatan-kegiatan yang ada di KOWANI sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan perempuan di segala bidang. “IWAPI tetap fokus pada perekonomian, tetapi KOWANI menyasar di segala bidang,” pungkasnya. (red/My)











