Jakarta, JNcom –Sebagai tindak lanjut dari pertemuan yang berlangsung pada sela-sela rangkaian kegiatan United Nations Forum on Forests (UNFF) di New York, Amerika Serikat, Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) menerima kunjungan mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert O. Blake, Jr. bersama perwakilan New Forests untuk membahas berbagai peluang kolaborasi dalam mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan, restorasi ekosistem, serta pengembangan ekonomi hijau di Indonesia pada Kamis (04/06/2026).
Ketua Umum APHI Soewarso mengatakan bahwa sektor kehutanan Indonesia memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Oleh karena itu, APHI terus mendorong penguatan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“APHI pada prinsipnya terbuka terhadap berbagai bentuk kerja sama investasi yang dapat memperkuat pengelolaan hutan lestari, meningkatkan produktivitas kawasan, mendorong restorasi ekosistem, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar hutan. Terkait hal ini, inovasi pembiayaan menjadi salah satu faktor kunci untuk untuk mendorong investasi dalam pembangunan kehutanan yang berkelanjutan dan mendukunng target penurunan emisi GRK Nasional,” kata Soewarso.
Sementara itu, Robert O. Blake, Jr. menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan sektor kehutanan Indonesia yang terus menunjukkan komitmen terhadap pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
“Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan solusi berbasis alam dan pengelolaan hutan yang berkelanjutan, yang menarik perhatian investor global. Kami melihat banyak peluang untuk memperkuat kemitraan antara pelaku usaha, investor, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Blake.
Menurut Blake, dialog yang konstruktif antara para pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan dan menciptakan peluang investasi dan kerja sama yang dapat mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Director Investments (Asia) New Forests Sanjiv Louis mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar untuk terus memperkuat pengelolaan hutan dan lanskap secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, lembaga keuangan, dan masyarakat.
Menurut dia, pengelolaan sumber daya alam yang mampu menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan akan menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi hijau dan ketahanan iklim di masa depan.
“Kami melihat Indonesia memiliki peluang yang besar untuk mengembangkan berbagai inisiatif pengelolaan hutan dan penggunaan lahan yang berkelanjutan. Kolaborasi yang kuat antara pelaku usaha, pemerintah, dan mitra pembangunan dapat mendukung peningkatan produktivitas lanskap, perlindungan nilai-nilai lingkungan, serta penciptaan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” kata Sanjiv Louis.
Ia menambahkan bahwa New Forests memiliki pengalaman dalam pengelolaan investasi berkelanjutan, pembiayaan inovatif, dan pengembangan kemitraan yang mendukung pengelolaan sumber daya alam secara bertanggung jawab.
Menurut dia, dialog dengan APHI menjadi langkah penting untuk saling bertukar informasi dan menjajaki berbagai peluang kerja sama yang dapat mendukung pengelolaan hutan lestari serta pembangunan ekonomi berbasis sumber daya alam yang berkelanjutan di Indonesia.
Hasil diskusi ini menyepakati bahwa komunikasi dan pertukaran informasi perlu terus diperkuat untuk mengidentifikasi berbagai peluang kolaborasi yang dapat mendukung investasi pengelolaan hutan lestari dan restorasi ekosistem, peningkatan nilai ekonomi sektor kehutanan, serta kontribusi terhadap agenda pembangunan berkelanjutan dan aksi iklim global.
(Red)















