Jakarta, JNcom – Menyikapi tindakan brutal dalam penggerebekan oleh jajaran Polda Jawa Tengah di Pondok Pesantren tempat pembinaan santriwati penghafal Al-Our’an (Hamalatul Ouran), puluhan massa menggelar aksi di halaman Taman Proklamasi Jakarta, Selasa (3/10/2026).
Dalam aksinya, massa gabungan dari perwakilan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam, Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia, dan Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Mahasiswa Muslim Maluku Kie Raha, bersama Pemuda dan Mahasiswa serta elemen umat Islam menyampaikan sikap mengutuk keras tindakan tersebut dan meminta Kapolri segera mencopot Kapolda Jawa Tengah.
“Kami mengutuk keras tindakan brutal penggerebekan yang dilakukan aparat terhadap pondok pesantren Hamalatul Ouran Sukoharjo. Apabila ditemukan bukti adanya dugaan keterlibatan para Jenderal dan petinggi Polri yang sengaja membenturkan Institusi Polri dengan ummat Islam. Maka kami menyatakan dukungan penuh kepada Kapolri untuk bertindak tegas dan menangkap para Jenderal perusak NKRI tersebut,” ujar Ketua Umum PP GPI, Khoirul Amin.
Ia juga mengapresiasi sikap tegas Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang dengan cepat merespon tuntutan ummat Islam dan mencopot Kapolres Sukoharjo, melalui Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/2463/XI/KEP./2026 tertanggal Senin, 2 November 2026.
“Kami melihat pencopotan pejabat tingkat Polres tersebut belum menyentuh akar pertanggungjawaban komando tertinggi di wilayah tersebut. Untuk itu, kami menuntut kepada Kapolri untuk segera mengambil tindakan yang lebih tegas berupa pencopotan Kapolda Jawa Tengah dari jabatannya,” tegasnya.
Amin menghimbau kepada seluruh rakyat Indonesia untuk memerikan dukungan penuh kepada Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto agar segera memberhentikanKapolda Jawa Tengah dalam rangka penegakan hukum dan rasa keadilan di masyarakat. (***)















