Warung yang Terbakar dan Pesan dari Babe Haikal: Halal Itu Tentang Pilihan, Bukan Kebencian

Jakarta, JNcom – Video itu hanya berdurasi beberapa detik. Sebuah warung kecil di Sukoharjo, Jawa Tengah, dilalap api. Alasannya, yang membuat hati miris, karena warung itu menjual makanan yang oleh sebagian orang dikategorikan non halal. Di tengah riuh media sosial yang saling menghakimi, sebuah suara tegas tapi penuh keprihatinan datang dari Jakarta. Bukan dari aparat,…

Avatar admin

by

2 menit

Read Time

Jakarta, JNcom – Video itu hanya berdurasi beberapa detik. Sebuah warung kecil di Sukoharjo, Jawa Tengah, dilalap api. Alasannya, yang membuat hati miris, karena warung itu menjual makanan yang oleh sebagian orang dikategorikan non halal.

Di tengah riuh media sosial yang saling menghakimi, sebuah suara tegas tapi penuh keprihatinan datang dari Jakarta. Bukan dari aparat, tapi dari penjaga marwah halal itu sendiri.

Adalah Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan, atau yang akrab disapa Babe Haikal.

“Kejadian yang sangat memalukan. Tidak boleh terjadi lagi,” kata Babe Haikal dengan nada getir, akhir pekan laludi awal bulan Novemver ini (1/11/2026).

Kalimat itu bukan sekadar kecaman. Itu adalah tamparan bagi kita semua yang mengaku majemuk, tapi kadang lupa cara menghormati.

Babe Haikal mengingatkan kita pada esensi yang sering terlupakan. Halal dan nonhalal bukanlah alat untuk membakar, untuk menghakimi, apalagi untuk merusak mata pencaharian seseorang.

Di negeri yang dijahit dari ribuan pulau, ratusan suku, dan beragam keyakinan ini, pilihan adalah napas kerukunan. Jaminan Produk Halal yang diselenggarakan BPJPH, kata Babe Haikal, justru lahir untuk memberi kepastian dan perlindungan, agar setiap orang bisa memilih sesuai keyakinan dan kebutuhannya dengan tenang. Bukan untuk melahirkan ketakutan baru.

“Indonesia harusnya menjadi contoh bagi seluruh dunia bahwa kita tetap bisa menjaga kerukunan,” ujarnya.

Warung yang terbakar di Sukoharjo mungkin hanya satu. Tapi luka yang ditinggalkannya adalah luka pada wajah kebinekaan kita. Seorang pedagang kecil yang mungkin menafkahi keluarga dari warung itu, kini harus kehilangan segalanya hanya karena perbedaan.

Karena itu Babe Haikal memohon, jadikan ini yang pertama dan terakhir.

“Mari saling menghormati, saling menjaga. Jadikan Indonesia sebagai percontohan dunia dalam menerapkan keberagaman yang indah, keteraturan, dan kerukunan,” pungkasnya.

Pesan itu sederhana. Di negeri yang majemuk ini, toleransi bukan lagi wacana di seminar. Ia diuji di depan warung-warung kecil, di piring-piring makan kita, dan pada cara kita menghormati hak orang lain untuk berbeda.(Wan)

About the Author

About the Author

Easy WordPress Websites Builder: Versatile Demos for Blogs, News, eCommerce and More – One-Click Import, No Coding! 1000+ Ready-made Templates for Stunning Newspaper, Magazine, Blog, and Publishing Websites.

BlockSpare — News, Magazine and Blog Addons for (Gutenberg) Block Editor

Search the Archives

Access over the years of investigative journalism and breaking reports