Jakarta, JNcom – Kapolri baru, Jenderal Suyudi Ario Seto, mengusung visi “Polri Bersama Masyarakat”. Visi itu kini diuji publik.
SETARA Institute menilai, visi tersebut harus diwujudkan dalam perubahan nyata. Ukurannya jelas: apakah pelayanan semakin setara, laporan ditangani transparan, penggunaan kekuatan dapat dipertanggungjawabkan, dan pengaduan warga ditindaklanjuti.
SETARA menyampaikan tiga catatan penting. Pertama, reformasi harus berbasis bukti (evidence based reform), dengan target, indikator, dan evaluasi yang terukur. Kedua, perubahan tidak boleh berhenti di Mabes, tetapi harus bekerja hingga Polda, Polres, dan Polsek.
Ketiga, inti reformasi haruslah democratic policing. Polri harus tunduk pada hukum, menghormati HAM, terbuka terhadap pengawasan internal dan eksternal, serta menjamin kebebasan sipil.
“Reformasi Polri tidak dapat diukur dari banyaknya slogan, melainkan apakah masyarakat merasakan perubahan nyata saat berhadapan dengan polisi,” tulis SETARA Institute. (**)















