Jakarta, JNcom – Terkuaknya kasus dugaan korupsi dana program sosial (CSR) Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi perhatian dan keprihatinan publik. Rencananya, KPK akan memanggil anggota Komisi XI yang diduga terlibat setelah KPK berhasil mengantongi bukti hasil penggeledahan di Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Saya sangat prihatin dengan kasus ini dan tentunya Presiden Prabowo Subianto merasa terkejut karena belum sampai satu tahun kabinet Merah Putih, muncul masalah korupsi Anggota DPR RI komisi XI terkait dana CSR Bank Indonesia. Jika memang terbukti, dimana letak perasaan dan hati nurani mereka yang telah melakukan korupsi dana CSR,” ungkap Wakil Ketua Umum Laskar Anti Korupsi Indonesia, Dr. Risman Pasaribu kepada awak media, Minggu (17/8/2025).
Keprihatinan Risman bukan tanpa sebab. Ia melihat masih banyaknya rakyat yang kelaparan dan pengangguran yang semakin meningkat seharusnya dibantu, bukan memperparah kondisi bangsa Indonesia dengan melakukan korupsi berjamaah.
“Prabowo selalu menyampaikan Korupsi tidak bisa ditawar-tawar lagi dan harus dibasmi dan dibumihanguskan. Saya berani mati untuk melawan koruptor,” ucap Risman mengutip pernyataan Prabowo Subianto.
Menurut Risman yang juga sebagai Ketua Umum Forum Kepakaran Indonesia dan Dewan Pakar KAHMI Nadonal, jika korupsi tidak segera diberantas maka sudah diperkirakan Indonesia tidak akan bisa maju.
“Kasus ini harus tuntas jangan ada yang lolos karena mempertaruhkan jabatan presiden Prabowo dan juga masalah kepercayaan Rakyat terhadap Prabowo,” pungkas Risman Pasaribu. (**)











