Jenang Mbah Juri, Makanan Tradisional yang Melegenda 

Salatiga, JNcom – Jenang atau Dodol adalah bagian cemilan tradisional yang melegenda. Cemilan yang satu ini terbuat dari bahan baku beras ketan, gula merah, serta kelapa. Proses pembuatannya membutuhkan waktu yang cukup lama. Untuk takaran per-10 Kg bahan baku bisa mencapai 7 hingga 8 jam. Jenang atau Dodol diketahui mengandung lemak dari santan dan zat…

Avatar admin

by

2 menit

Read Time

Salatiga, JNcom – Jenang atau Dodol adalah bagian cemilan tradisional yang melegenda. Cemilan yang satu ini terbuat dari bahan baku beras ketan, gula merah, serta kelapa. Proses pembuatannya membutuhkan waktu yang cukup lama. Untuk takaran per-10 Kg bahan baku bisa mencapai 7 hingga 8 jam.

Jenang atau Dodol diketahui mengandung lemak dari santan dan zat besi dari gula merah, namun karena tingginya gula kalori rendah serat. Jenang juga dinilai dapat memberikan asupan energi instan yang tinggi karena kaya akan karbohidrat dari tepung ketan dan gula.

Untuk mengetahui proses pembuatannya, sebut saja “Mbah Juri” warga Krajan desa Bener Tengaran ini dikenal sebagai pembuat jenang sejak ia di usia belasan tahun. Selama dalam perbincangannya Mbah Juri mengakui sejak beberapa dasa warsa belakangan ini ia tetap menekuni membuat Jenang hanya melayani pemesanan. Sementara pemesanan yang di terima bisa jumlah kecil maupun skala besar.

“Saya hanya melayani pemesanan dari berbagai daerah untuk acara warga punya gawe, jadi jenang yang saya produksi tidak ada di pasar,” ucap Mbah Juri didampingi dua Mahasiswi yang sedang KKN di desa Bener.

Meski memasuki usianya di atas 70-an namun Mbah Juri dalam mengerjakan pesanan hanya dibantu istrinya tanpa ada tenaga atau karyawan. Pasalnya pernah memiliki karyawan tapi sempat dikomplain oleh pemesan karena diduga cita-rasa dan aroma beda jika ditangani langsung oleh Mbah Juri, akhirnya ia lebih memutuskan memberhentikan karyawan dan kini semua pesanan ditangani langsung oleh Mbah Juri.

Ketika disinggung tentang batas kadaluarsa dengan polos Mbah Juri mengutarakan, jika hasil olahannya mampu bertahan 2 hingga 3 minggu bahkan bisa layak dikonsumsi hingga satu bulan kedepan.

Dengan memasuki masa tuanya, Mbah Juri sudah menyiapkan putrinya sebagai generasi penerus jika dirinya sudah tidak mampu lagi. Hal itu disampaikan karena proses pembuatan Jenang membutuhkan tenaga ekstra juga faktor usia.

Sebagai akhir perbincangan yang cukup singkat, mbah Juri berkomitmen tetap menjaga kualitas dan kuantitas karena hal itu menurutnya sebuah marwah yang patut di pegang untuk menjaga nama. (NANO)

About the Author

About the Author

Easy WordPress Websites Builder: Versatile Demos for Blogs, News, eCommerce and More – One-Click Import, No Coding! 1000+ Ready-made Templates for Stunning Newspaper, Magazine, Blog, and Publishing Websites.

BlockSpare — News, Magazine and Blog Addons for (Gutenberg) Block Editor

Search the Archives

Access over the years of investigative journalism and breaking reports