Iklan Air Minum Tampilkan Pesan Kesehatan dengan Logo Koperasi, Pakar: Konsumen Bisa Terkecoh

Jakarta, JNcom  – Kemunculan logo koperasi pada panel Pesan Kesehatan dalam iklan Aqua menjadi sorotan. Sejumlah pakar menilai penggunaan logo koperasi dalam pesan kesehatan berpotensi membingungkan konsumen karena koperasi bukan lembaga yang dikenal publik sebagai pihak yang memberikan edukasi atau rekomendasi kesehatan. Dalam iklan yang beredar, panel Pesan Kesehatan muncul di bagian akhir video dan…

Avatar admin

by

2 menit

Read Time

Jakarta, JNcom  – Kemunculan logo koperasi pada panel Pesan Kesehatan dalam iklan Aqua menjadi sorotan. Sejumlah pakar menilai penggunaan logo koperasi dalam pesan kesehatan berpotensi membingungkan konsumen karena koperasi bukan lembaga yang dikenal publik sebagai pihak yang memberikan edukasi atau rekomendasi kesehatan.

Dalam iklan yang beredar, panel Pesan Kesehatan muncul di bagian akhir video dan berisi ajakan untuk mencegah dehidrasi dengan minum air mineral. Pada panel tersebut juga terdapat logo koperasi yang berafiliasi dengan organisasi profesi kedokteran.

Menurut pakar, kombinasi antara pesan kesehatan dan logo koperasi dapat menimbulkan pertanyaan di benak masyarakat. Sebab, koperasi umumnya dikenal sebagai lembaga yang mengelola kegiatan ekonomi anggotanya, bukan sebagai pihak yang memberikan pesan kesehatan kepada publik.

Ketua Badan Pengawas Periklanan Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (BPP-P3I), Susilo Dwihatmanto, mengatakan simbol yang dekat dengan profesi dokter dapat memengaruhi cara konsumen memahami sebuah iklan. Dalam dunia periklanan, kondisi ini dikenal sebagai bias otoritas.

“Mengapa dipakai bias otoritas? Karena kalau dokter yang ngomong, dianggapnya sudah pasti benar,” kata Susilo.

Menurut Susilo, yang menjadi persoalan bukan hanya logonya, tetapi juga konteks kemunculannya pada sebuah pesan kesehatan. Masyarakat bisa saja mengaitkan pesan tersebut dengan pihak yang dianggap memiliki otoritas di bidang kesehatan.

“Logonya memang pakai koperasinya, tapi dari jauh terlihat seperti logo organisasi profesi kedokteran,” ujar Susilo. “Padahal, dalam iklan, unsur yang paling utama adalah bahwa iklan harus jujur.”

Ahli Ilmu Komunikasi, Dr. Algooth Putranto, juga menilai persoalan ini tidak hanya terkait penggunaan logo, tetapi juga bagaimana masyarakat menangkap pesan yang disampaikan.

Algooth menjelaskan, masyarakat umumnya mengenal koperasi sebagai lembaga yang bergerak di bidang ekonomi dan pelayanan anggota. Karena itu, ketika logo koperasi muncul dalam sebuah pesan kesehatan, sebagian orang bisa bertanya-tanya siapa sebenarnya pihak yang menyampaikan pesan tersebut dan apa dasar kewenangannya?

Menurut para pakar, kejelasan mengenai pihak yang berada di balik pesan kesehatan menjadi penting agar masyarakat tidak salah memahami sumber informasi yang mereka terima. (**)

About the Author

About the Author

Easy WordPress Websites Builder: Versatile Demos for Blogs, News, eCommerce and More – One-Click Import, No Coding! 1000+ Ready-made Templates for Stunning Newspaper, Magazine, Blog, and Publishing Websites.

BlockSpare — News, Magazine and Blog Addons for (Gutenberg) Block Editor

Search the Archives

Access over the years of investigative journalism and breaking reports