Jakarta, JNcom – Hari pertama kegiatan reses Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi C, Josephine Simanjuntak, disambut pertunjukan seni budaya Reog di Matraman, Jakarta Timur, Rabu, 10 Juni 2026.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu menilai kehadiran kesenian khas Ponorogo, Jawa Timur, tersebut mencerminkan keberagaman masyarakat Jakarta yang berasal dari berbagai latar belakang budaya.
“Jakarta Timur ada Reog dari wilayah lain Indonesia. Artinya Jakarta sudah ikut membaur kepada warga-warga dari Indonesia bagian lain. Saya bersyukur bahwa tidak ada perbedaan antara orang yang datang dan orang yang menetap di sini,” kata Josephine saat memulai kegiatan reses.
Menurut dia, Jakarta telah membuktikan diri sebagai kota yang benar-benar terbuka bagi siapa saja.
“Itu yang saya syukuri saat ini, bahwa Jakarta sebagai daerah yang open itu benar-benar open. Tidak open dalam batasan omongan dan wacana saja, tetapi open benar di dalam hati dan pikiran. Itu yang saya mau supaya terbangun Jakarta dengan lebih baik,” katanya.
Josephine juga menyinggung keberagaman yang hadir dalam kehidupan sehari-hari warga Jakarta.
Menurut dia, banyak penduduk yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari
identitas Jakarta.
“Bapak ini mungkin bukan orang Jakarta. Sama seperti saya orang Batak, cuma lahirnya di Jakarta. Kebetulan kami sama-sama lahir di Jakarta,” ujarnya dalam kegiatan tersebut.
Pertunjukan Reog itu, kata Ketua DPC PSI Matraman Yudhi, merupakan kejutan yang tidak direncanakan sebelumnya. Atraksi tersebut merupakan bentuk apresiasi warga kepada Josephine yang dinilai memberikan perhatian terhadap kegiatan seni dan budaya di masyarakat.
.
“Ini murni inisiatif dari warga karena Bu Josephine Simanjuntak dinilai berperan membantu kegiatan seni dan budaya,” kata Yudhi.
Iringan musik Reog dan atraksi para penari menciptakan suasana hangat sebelum sesi dialog antara warga dan wakil rakyat dimulai.
Usai pertunjukan, Josephine melanjutkan pelaksanaan Reses III Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 DPRD DKI Jakarta.
Dalam sesi dialog tersebut, sejumlah warga menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari persoalan bantuan sosial, pelayanan publik, hingga peningkatan fasilitas lingkungan.
Josephine menegaskan seluruh aspirasi yang diterima akan dicatat dan diperjuangkan melalui tugas dan fungsi DPRD DKI Jakarta.
“Reses bukan sekadar agenda formal anggota dewan, melainkan momentum untuk mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab persoalan di lapangan,” ujarnya.
Kegiatan reses kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara Josephine Simanjuntak dan warga yang hadir. (Red)















