Depok, JNcom – Komitmen Indonesia memimpin ekosistem halal dunia kembali ditegaskan. Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan menyatakan kesiapan penuh lembaganya mendukung suksesnya “The 5th Summit of Halal 20 (H20)”.
Hal itu disampaikan Haikal dalam pertemuan persiapan H20 di Grand Ballroom Trans Hotel, Trans Studio Mall Cibubur, dihadiro 48 negara perwakilan yang mengirim utusannya, serta 450 partisipasi, pada Jum’at (18/9/2026).
Mengusung tema “Bridging Bridges, Connecting Nations and Stronger Partnerships”, H20 Summit ke-5 ini diproyeksikan bukan sekadar pertemuan, melainkan jembatan untuk memperkuat kemitraan antarnegara dalam industri halal.
Menurut Kepala BPJPH ini, dengan halal kebersihannya, transfaransinya, kepercayaanya terjaga. Sehingga kini di benua Eropa menjadi elit food, halal telah mendunia. Makanya komsumsinya harus diperhatikan.
“Karena itu karena itu kita akan perbesar halal itu bukan hanya untuk nakanan dan minuman saja. Tetapi, juga untuk pakaian, kosmetik, obat-obatan dan barang kegunaan lainnya. Sehingga, halal menjadi langkah terakhir dalam proteksi nasional, ujar Babe Haikal, saat keterangan langsung kepada wartawan.
“Halal bukan hanya untuk Muslim saja. Halal juga berkaitan dengan kesehatan, transparansi, traceability. Halal adalah simbol kesehatan, double clean. Halal is elite food, halal is high and no higher than halal,” lanjut Babe Haikal.
Oleh karena itu tambahnya, BPJPH Dimana saat ini akan memberikan kemudahan-kemudahan bagi kalangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Maka dari itu, kata Babe Haikal, pihaknya memberikan sertifikasi halal gratis kepada pelaku usaha UMKM. Ini adalah hadiah dari Presiden Prabowo kepada para pelaku usaha kecil.
Haikal menegaskan, momentum ini sejalan dengan implementasi Wajib Halal Oktober 2026 pada 18 Oktober mendatang. Indonesia ingin menunjukkan bahwa jaminan produk halal adalah bahasa universal untuk perdagangan yang berkeadilan dan transparan.
Acara di Trans Hotel Cibubur ini menjadi penanda bahwa Indonesia serius. Dari Cibubur, jembatan itu akan dibangun untuk menghubungkan bangsa-bangsa melalui ekosistem halal yang lebih kuat.
Forum H20 dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Pratikno, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Maman Abdurrahman, serta Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Ekonomi Kreatif, dan Digital, Ahmad Ridha Sabana.
Hadir pula Wakil Perdana Menteri Malaysia Dato’ Seri Ahmad Zahid bin Hamidi, Menteri Food and Drug Safety Republik Korea Yu-Kyoung Oh, Ketua B57+ Asia Pacific Arsjad Rasjid, para duta besar negara sahabat, perwakilan lembaga sertifikasi halal internasional, mitra strategis halal dalam dan luuar negeri. (Wan)















