Kesehatan Ibu dan Anak Modal Penting untuk Mencegah Stunting

Tulungagung, JNcom – Dalam rangka membangun generasi emas yang berdaulat, maju, adil dan makmur sesuai dengan visi Indonesia Emas 2045, Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan Dr. Ir. Heru Tjahjono, M.M. (Kapoksi Komisi IX DPR RI) mengadakan sosialisasi dan KIE program Bangga Kencana. Kegiatan sosialisasi berlangsung di Balai Desa Tanggunggunung, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung, Jum’at…

Avatar admin

by

2 menit

Read Time

Tulungagung, JNcom – Dalam rangka membangun generasi emas yang berdaulat, maju, adil dan makmur sesuai dengan visi Indonesia Emas 2045, Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan Dr. Ir. Heru Tjahjono, M.M. (Kapoksi Komisi IX DPR RI) mengadakan sosialisasi dan KIE program Bangga Kencana. Kegiatan sosialisasi berlangsung di Balai Desa Tanggunggunung, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung, Jum’at (18/9/2026).

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/ BKKBN Provinsi Jawa Timur, Shodiqin, SH., MM mengatakan, kegiatan sosialisasi tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap Asta Cita Presiden poin ke-4 dan ke-6 yaitu membangun SDM yang unggul dan ekonomi dari bawah.

Untuk mencapai Asta Cita tersebut, ia menekankan pentingnya pembangunan kesehatan ibu dan anak sebagai prioritas nasional demi mewujudkan Indonesia Emas 2045. Menurutnya, penurunan angka Kematian ibu (AKI) dan angka Kematian bayi (AKB) masih menjadi tantangan besar yang memerlukan intervensi terintegrasi, komprehensif dan berbasis keluarga.

“Pemerintah melalui program makan bergizi gratis yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui dan anak usia dini non PAUD merupakan langkah konkret untuk mencegah stunting dan menghasilkan generasi berkualitas,” ujar Shodiqin.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas KB PPPA Kabupaten Tulungagung, dr. Kasil Rokhmad, MMRS menegaskan bahwa keseriusan Pemerintah dalam mengatasi stunting perlu diapresiasi dan didukung bersama. Pasalnya, dampak dari stunting akan merugikan generasi bangsa Indonesia dimasa mendatang.

Dijelaskannya, dampak dari stunting akan menimbulkan gangguan perkembangan otak (menurunnya kemampuan kognitif dan prestasi belajar), kecerdasan semakin berkurang, timbulnya gangguan pertumbuhan fisik, menurunnya kekebalan tubuh dan menimbulkan gangguan metabolisme dalam tubuh (Meningkatnya risiko memiliki penyakit diabetes, obesitas, penyakit jantung, pembuluh darah, kanker, stroke dan disabilitas pada usia tua).

“Anak mengalami pertumbuhan otak dengan sangat pesat pada masa 1000 hari pertama kehidupan (HPK), terjadi pembentukan organ vital, pematangan sistem pencernaan, perkembangan kognitif, serta serta sistem imun atau daya tahan tubuh

“Pemenuhan gizi yang baik selama 1000 hari pertama kehidupan akan membuat kemampuan anak untuk bertumbuh: kembang menjadi lebih baik. Untuk memenuhi kebutuhan makanan sehat, ada lima kelompok makanan yang perlu dipenuhi asupannya, yaitu biji-bijian, buahbuahan, sayuran, daging, dan susu. Stimulasi harus dilakukan sejak dini dan berulang-ulang supaya pembentukan sinaps (hubungan antarsel saraf otak) semakin kuat,” pungkasnya. (Red/my)

 

About the Author

About the Author

Easy WordPress Websites Builder: Versatile Demos for Blogs, News, eCommerce and More – One-Click Import, No Coding! 1000+ Ready-made Templates for Stunning Newspaper, Magazine, Blog, and Publishing Websites.

BlockSpare — News, Magazine and Blog Addons for (Gutenberg) Block Editor

Search the Archives

Access over the years of investigative journalism and breaking reports