Volume Ke Bantar Gebang Menyusut Tapi TPS Menumpuk, DPRD DKI Minta Warga Disiplin Memilah

Jakarta, JNcom – Anggota DPRD DKI Jakarta Josephine Simanjuntak, terus mensosialisasikan peraturan daerah (Perda) terkait sampah kepada masyarakat. Dia mengingatkan warga ibu kota mengenai ancaman krisis sampah Jakarta akibat terbatasnya daya tampung penampungan akhir di tengah pesatnya pertumbuhan penduduk. Hal tersebut ditegaskan Josephine saat menggelar Peningkatan Fungsi Pengawasan DPRD terhadap Produk Hukum Daerah tentang Pengelolaan…

Avatar admin

by

2 menit

Read Time

Jakarta, JNcom – Anggota DPRD DKI Jakarta Josephine Simanjuntak, terus mensosialisasikan peraturan daerah (Perda) terkait sampah kepada masyarakat.

Dia mengingatkan warga ibu kota mengenai ancaman krisis sampah Jakarta akibat terbatasnya daya tampung penampungan akhir di tengah pesatnya pertumbuhan penduduk.

Hal tersebut ditegaskan Josephine saat menggelar Peningkatan Fungsi Pengawasan DPRD terhadap Produk Hukum Daerah
tentang Pengelolaan Sampah bersama warga di kawasan Jakarta Timur pada 12-13 September 2026.

Josephine Simanjuntak dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini menekankan pentingnya memantau efektivitas regulasi daerah dalam menanggulangi krisis lingkungan hidup.

“Saya hadir di sini untuk memantau seberapa jauh peraturan daerah yang kami terbitkan tentang pengolahan sampah ini berjalan. Kenapa saya bicara begini? Karena hari ini Jakarta sudah diberi peringatan oleh dua tempat pembuangan sampah kita, yaitu Rorotan dan Bantar Gebang. Kalau tidak dibatasi dan dikelola, itu sangat berbahaya,” ujar Josephine.

Josephine menjelaskan, pertumbuhan jumlah penduduk dan populasi keluarga yang terus bertambah berbanding lurus dengan peningkatan volume sampah harian.

Diketahui katanya, setiap aktivitas rumah tangga, mulai dari sisa bahan pangan dapur (sampah basah) hingga kemasan plastik dan kertas (sampah kering)terus menyumbang beban limbah ke tempat pembuangan.

Ia menyoroti ketergantungan Jakarta pada Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang di Bekasi serta TPS3R Rorotan di Jakarta Utara.

Menurutnya, pembuangan yang dipusatkan di satu titik tanpa adanya pemilahan mandiri dari tingkat rumah tangga akan memperberat beban operasional fasilitas penampungan.

“Hidup bersama sampah itu tidak enak dan bisa menimbulkan berbagai penyakit. Kalau Bantar Gebang sudah tidak sanggup menampung, lagipula Bantar Gebang bukan cuma menampung sampah Jakarta, dampaknya akan kembali ke kehidupan kita sehari-hari,” tutur anggota Komisi C DPRD DKI tersebut.

Josephine juga mengimbau warga untuk mulai disiplin memilah sampah dari dapur rumah tangga masing-masing agar beban fasilitas penampungan akhir dapat ditekan secara signifikan.

Belakangan ini, terjadi penumpukan sampah di sejumlah tempat penampungan sementara (TPS) di wilayah ibu kota, meski volume pengiriman sampah harian ke TPST Bantar Gebang dilaporkan justru mengalami penurunan.

Penurunan ritase armada truk sampah menuju Bantar Gebang terjadi seiring kebijakan pembatasan serta optimalisasi pemilahan sampah dan pengolahan bahan bakar alternatif (Refuse-Derived Fuel/RDF). Namun, penurunan angka pengiriman ini belum sepenuhnya seimbang dengan kecepatan pengangkutan di tingkat tapak, sehingga sampah rumah tangga sempat tertahan dan menumpuk di TPS permukiman.

Saat ini, Jakarta menghasilkan sekitar 7.000 hingga 8.000 ton sampah per hari, di mana sebagian besar masih bergantung pada TPST Bantar Gebang.

About the Author

About the Author

Easy WordPress Websites Builder: Versatile Demos for Blogs, News, eCommerce and More – One-Click Import, No Coding! 1000+ Ready-made Templates for Stunning Newspaper, Magazine, Blog, and Publishing Websites.

BlockSpare — News, Magazine and Blog Addons for (Gutenberg) Block Editor

Search the Archives

Access over the years of investigative journalism and breaking reports