Ambarawa, JNcom – Suasana Monumen Palagan Ambarawa yang berdiri sejak 1974 pada Sabtu (15/08/2026) nampak berbeda. Masyarakat terlihat guyub bersama budayawan dan pemerhati budaya berkumpul mengikuti Doa bersama Lintas Agama.
Doa bersama ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, diantaranya Tosan aji dari tiap kecamatan di Kabupaten Semarang, LKK Ambarawa, Banyubiru, Jambu, Bawen, Bandungan, Komunitas Wanita Berkebaya (KWB) dan Pencak silat Ambarawa serta dihadiri jajaran Forkompimcat Ambarawa Kabupaten Semarang.
Acara yang diprakarsai oleh komunitas Tosan Aji Pandanaran itu diawali dengan Kirab budaya dari halaman depan museum Isdiman mengelilingi Monumen Palagan menuju ke depan diorama Palagan Ambarawa.
Nampak barisan terdepan pembawa lilin dan bunga dilanjutkan dengan barisan dupa dan pembawa foto pahlawan nasional Forkomcam disambung dengan Komunitas Wanita Berkebaya membawa lilin dan dilanjutkan dengan pembawa bendera pataka komunitas Tosan Aji dengan komunitas lainnya.
Semangat yang mencerminkan patriotik dimaksutkan untuk menghayati nilai-nilai nasionalisme dengan mengumandangkan sebuah lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan – sambutan , berikut dilanjutkan Doa dari perwakilan umat Katolik, Buddha dan Islam juga Jawa.
Ditengah rangkaian acara sejenak suasana terasa hening ketika masuk di sesi Renungan singkat dan diakhiri acara ramah tamah dengan sajian jajanan non beras sebagai wujud ketahanan pangan nasional dengan segala polo kependem seperti talas, singkong, kacang tanah, gembili, dan makanan tradisional lainnya, sederhana namun berkesan adanya kebersamaan dan semangat gotong royong.
”Acara seperti ini perlu di lestarikan untuk dijadikan agenda tahunan, kegiatan ini selain mempererat antar komunitas Budaya serta antar umat Agama untuk menjalin rasa toleran yang lebih harmonis,” ungkap Noor Hayati sebagai pemerhati budaya.
Hal yang sama juga di sampaikan oleh Maria Utami sebagai pegiat Wanita Berkebaya, menurutnya ivent seperti ini patut di lestarikan bukan saja di lingkungan Ambarawa, namun jika tiap daerah menyelenggarakan di harapkan akan menciptakan kesan Damai di tengah warga masyarakat, karena muatan jelas yaitu Membangun kebersamaan yang berangkat dari berbagai latarbelakang. (NANO)















