Salatiga, JNcom – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar kegiatan sosialisasi dan deklarasi anti-bullying di SD Negeri Bener 01, Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) ini merupakan bentuk kolaborasi antara mahasiswa KKN dengan pihak sekolah dalam menanamkan pendidikan karakter kepada peserta didik sejak dini.
Dalam kesempatan itu sosialisasi disampaikan oleh Nana Zulfatun Nisa, mahasiswa Program Studi Pendidikan IPS Unnes . Dalam materinya, Nana menjelaskan pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan, dampak yang ditimbulkan bagi korban maupun pelaku, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan siswa untuk mencegah dan melaporkan tindakan perundungan. Melalui penyampaian yang interaktif dan diselingi tanya jawab, para siswa diajak memahami pentingnya saling menghormati, menghargai perbedaan, dan membangun pertemanan yang sehat di lingkungan sekolah. Siswa-siswi kelas 1 yang baru memasuki jenjang sekolah dasar tampak sangat antusias mengikuti kegiatan.
Dalam kegiatan tersebut, mereka mendengarkan materi dengan penuh perhatian, aktif menjawab pertanyaan dari pemateri, serta bersemangat mengikuti berbagai permainan edukatif yang disampaikan selama sosialisasi. Antusiasme tersebut menunjukkan semangat peserta didik untuk memahami nilai-nilai kebaikan dan membangun lingkungan belajar yang aman sejak hari pertama mereka bersekolah.
Sebagai bentuk komitmen bersama, seluruh peserta didik, guru, dan mahasiswa KKN kemudian melaksanakan deklarasi anti-bullying. Deklarasi tersebut menjadi simbol tekad seluruh warga sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak, aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan.
Menanggapi kegiatan Mahasiswa yang sedang melakukan KKN, Kepala SD Negeri Bener 01 Sugiyatno mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan bersama mahasiswa KKN Unes dalam mengisi materi MPLS. Menurutnya, sinergi tersebut memberikan manfaat nyata bagi peserta didik, khususnya dalam pembentukan karakter sejak awal memasuki lingkungan sekolah.
“Program KKN biasanya lebih banyak menyasar kegiatan di masyarakat mumpung sedang berlangsung MPLS, kami kolaborasikan dengan mahasiswa KKN Unnes sehingga mereka dapat memberikan edukasi kepada peserta didik sejak awal memasuki lingkungan sekolah,” ujar Sugiyatno.
Sementara itu, Koordinator Mahasiswa Desa (Koormades) Desa Bener, Haikal Jiddan Yusuf, menjelaskan bahwa program KKN Unes tidak hanya berorientasi pada kegiatan pemberdayaan masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi nyata di bidang pendidikan formal. “Program KKN ini tidak hanya berfokus pada kegiatan kemasyarakatan, tetapi kami juga terjun ke pendidikan formal Selama pelaksanaan MPLS
“ Kami turut mendampingi dan mengajar siswa kelas 1 untuk membantu proses adaptasi mereka di lingkungan sekolah. Selain itu, kami menghadirkan sosialisasi dan deklarasi anti-bullying agar sejak dini anak-anak memiliki pemahaman tentang pentingnya saling menghargai dan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman,” ungkap Haikal Jiddan Yusuf.
Kegiatan ini juga sejalan dengan
komitmen pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan pendidikan karakter dan terciptanya lingkungan belajar yang inklusif, aman, serta mendukung tumbuh kembang peserta didik. Selain itu, program ini turut mendukung Tujuan 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) dengan menanamkan budaya anti-kekerasan, toleransi, serta penyelesaian konflik secara damai di lingkungan sekolah. Melalui kolaborasi antara SD Negeri 01 Bener.
Sejumlah Mahasiswa KKN Unnes ini, berharap peserta didik tidak hanya memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan selama MPLS, tetapi juga memiliki kesadaran untuk saling menghormati, peduli terhadap sesama, dan bersama-sama mewujudkan budaya sekolah yang ramah anak, aman, serta bebas dari bullying. Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah ini menjadi bukti bahwa pengabdian mahasiswa dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan di tingkat dasar. (NANO)















