Jakarta, JNcom – Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih Karang Anyar Kecamatan Sawah Besar Jakarta Pusat, Siswanto mengeluhkan keberadaan koperasinya yang masih menggunakan Pos RW. Tidak dipungkiri bahwa kendala tersebut akibat sulitnya mendapatkan lahan yang akan dibangun untuk koperasi yang ia kelola
Kendala lainnya, kata Siswanto, kurang lancarnya supply atau rantai distribusi barang yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat yang kini berjumlah 30.400 jiwa atau 15.000 kepala keluarga. Untuk memenuhi kebutuhan warga setempat, Koperasi Karang Anyar yang sukses menjual 170 item barang tersebut terkadang mendapat pasokan dari BUMD.
“Kami menjual kebutuhan pokok masyarakat sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET). Kami meminta kepada Pemerintah agar koperasi bisa dijalankan sesuai dengan UU 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian sebagaimana yang dijalankan di koperasi kami,” ujarnya kepada wartawan di sela-sela kegiatan Rakernas AMKI, Rabu (29/7/2026), di Jakarta.

Dengan hadirnya koperasi di Karang Anyar, lanjut Siswanto, diperkirakan terjadi penghematan sebesar Rp.6,3 Milyar dalam setahun. “Jika koperasi ini mau benar-benar diterapkan oleh Pemerintah, sebenarnya manfaatnya besar bagi warga karena harga yang diperoleh warga sesuai dengan HET sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Pemerintah,” ungkapnya.
Ia berharap kepada Pemerintah serius menjalankan program koperasi ini dan memberikan solusi kepada koperasi yang telah berjalan secara mandiri. Ia juga meminta agar koperasi yang dijalankan Pemerintah sesuai dengan prinsip dasar Koperasi.
“Kami tetap komitmen menjalankan koperasi yang telah berjalan mandiri ini yang dijalankan oleh pengurus sesuai dengan Undang-undang karena sejatinya koperasi itu milik anggota,” kata Siswanto. (**)















