Semarang, JNcom – Dalam rangka merayakan hari ulang tahun ke-3 tanggal 24 Juli 2026, bertepatan dengan Hari Kebaya Nasional, Komunitas Wanita Berkebaya (KWB) mengadakan kegiatan sosialisasi tentang kebaya.
KWB menilai pentingnya sosialisasi tersebut, karena banyak orang yang belum mengetahui bahwa Kebaya sudah diakui oleh UNESCO sebagai salah satu warisan budaya tak benda kebudayaan Indonesia.
Ketua Komunitas Wanita Berkebaya Kab Semarang MA Maria Utami dalam sambutannya memberikan edukasi tentang beberapa jenis kebaya yang ada dan juga memberikan souvenir kepada generasi muda yang akan datang.
Perayaan HUT Kebaya Nasional KWB ini juga dihadiri oleh pamong budaya kecamatan Ambarawa yang dalam sambutannya juga memberikan apresiasi dan mengajak kita untuk menyesuaikan model berkebaya atau memakai kain yang bisa digunakan secara fleksibel dalam berkegiatan sesuai dengan perkembangan jaman.
Hadir dalam acara tersebut di antaranya dari paguyuban budaya Semut Ireng, Paguyuban Tosan Aji, Paguyuban Pambiwara Permadani, Ketua RW dan Ketua RT, VLD, perwakilan dari LKK Ambarawa dan undangan lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu.
Dari berbagai mata acara yang di pandu.oleh Yenny serta Noor Hayati juga mengulas tentang jangan sampai kita kehilangan identitas adat budaya leluhur Nusantara, karena kita terlalu berkiblat ke Arab, sedangkan Arab sendiri berkiblat ke barat dan bangsa barat sendiri justru berkiblat ke Indonesia.
“Kita harus bangga karena Indonesia adalah Mercusuar dunia dimana semua memandang kita, kitapun hendaknya mempunyai kebanggaan terhadap kearifan lokal budaya leluhur Nusantara,” ujarnya.
Dalam momentum ini dimeriahkan oleh penampilan tari dari sanggar Centini, dimana tunas muda anak- anak generasi muda belajar seni tari untuk mengembangkan bakat minat sekaligus melestarikannya budaya leluhur Nusantara.
”Peringatan Hari Kebaya Nasional semakin bermakna karena KWB juga melakukan estafet regenerasi kebudayaan kepada anak-anak muda yang kelak dikemudian hari akan melanjutkan merawat dan melestarikannya,“ ungkap Maria Utami disela acara ramah tamah (NANO)















