Jakarta, JNcom – Sistem kolonial yang dinilai tidak manusiawi dan diskriminatif harus segera diubah. Hal tersebut diungkapkan Penulis buku berjudul Prahara di Lembah Parau, Mohamad Irfan, Sabtu (11/7)2026), di Galeri Pembangunan Indonesia, Gedung Kementerian PPN/Bappenas, Menteng, Jakarta Pusat.
Sejak jaman Presiden Soekarno, kata Irfan, sistem kolonial tersebut sebenarnya sudah mulai dikikis, namun masalahnya hingga kini cara pandang sistem kolonial tersebut masih dipakai untuk kebijakan ekonomi, sosial dan politik.
“Masalah-masalah tersebut hingga kini belum bisa teratasi tapi tetap terus berkembang. Untuk mengatasinya, kita tidak bisa sendiri-sendiri tetapi harus bersama-sama,” ungkap Irfan.
Jika dikaitkan dengan kondisi saat ini yang sering terjadi tindakan diskriminatif dan budaya korup merupakan bagian dari warisan kolonial. “Faham-faham itu harus segera dihilangkan,” pungkasnya.
Mohamad Irfan (55) merupakan lulusan Fakultas Sastra atau sekarang namanya Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia. Ia pernah menjadi akitifis gerakan mahasiswa, pernah jadi buruh dan aktif di serikat buruh sampai sekarang. Ia menulis sejak SMA dan telah menerbitkan beberapa buku. Baginya, menulis adalah cara untuk menuangkan pikiran-pikiran. (red/my)















