Salatiga, JNcom – Panti Asuhan Muhammadiyah Abu Hurairah Salatiga pada Idul Adha 1447 Hijriyah ini melaksanakan pemotongan hewan Qurban sebanyak 6 ekor Kambing yang menjadi agenda rutin tiap Idull Adha.
Keberadaan Panti yang beralamat di jalan Kauman 32 Salatiga ini, memiliki sejarah awalnya jadi satu Pimpinan Daerah Muhamadiyah (PDM) Kabupaten Semarang dan kota Salatiga. Ketika masa itu berada di Tuntang. Sekitar tahun 1988 terpisah antara Kabupaten dan Kota Salatiga. Yang kota Salatiga berada di jalan Imam Bonjol dan Kauman.
“PDM yang tadinya menyatu antara Kabupaten dan kota Salatiga maka sejak 1988 sudah terpisah,” ungkap Amir Hafilin
Amir menambahkan, sementara ini Anak – anak Panti berasal dari Salatiga maupun luar Salatiga. Kriteria untuk menjadi anak Panti lebih di prioritaskan dari anak Yatim piatu serta dari keluarga tidak mampu.
Sementara itu Pamong Panti Abdullah Azam al Hafidz mengatakan, dari anak didik Panti bisa masuk jenjang
SMA/SMK hingga Perguruan Tinggi, tapi menurutnya tidak semua dapat
ke jenjang perguruan tinggi. Pasalnya untuk menempuh perguruan tinggi melalui program beasiswa.
“Sejak 2017 kami ada MOu dengan UIN Salatiga melalui program bea siswa jadi tidak semua anak Panti terakomodir kuliah di UIN,” ungkap Abdullah.
Ketika disinggung tata tertib Panti, Abdullah menjelaskan, untuk tata tertib anak panti lebih mengedepankan menanamkan karakter mandiri, disiplin dan membangun kemandirian anak.
Maka di atas rata-rata anak sudah memiliki pandangan akan kuliah atau bekerja.
Panti yang telah eksis sejak 1988 dalam
Pendistribusian logistik selama ini sudah terjalin dari Pemkot juga menjadi donatur tetap serta donatur yang bersifat insidentil. Di samping itu tak luput support dari Muhammadiyah (Lazizmu).
“Untuk kebutuhan logistik untuk kebutuhan anak, Alhamdulillah mencukupi karena mendapat asupan dari berbagai lembaga” pungkas Abdullah.
Seperti diketahui, semua anak-anak Panti selain menempuh pendidikan formal di sekolah, juga setelah Sholat Magrib anak diwajibkan mengikuti pembelajaran. Untuk hari Senin kajian Tarjih untuk mendidik anak agar solid dan menguatkan karakter kemuhammadiyahan.
Selasa dan Rabu pengajian kaligrafi melatih anak belajar menulis Arab. Sementara Kamis dan Jumat pembelajaran Olimpiade matematika, serta IPA. (nano)















