Jakarta, JNcom – Kritikan yang menyebut “Indonesia Gelap” ditanggapi Presiden Prabowo Subianto dengan melontarkan pernyataan keras merespons pihak-pihak yang terus menggaungkan pesimisme terhadap masa depan bangsa. Saat menghadiri seremoni Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026) lalu, Presiden Prabowo meminta kepada para pengkritik yang menyebut “Indonesia Gelap” untuk meninggalkan tanah air jika sudah tidak lagi memiliki kepercayaan pada negara.
Prabowo menilai narasi negatif tersebut sebagai bentuk kegaduhan dan kurangnya rasa patriotisme serta enggan berjuang bersama. Berdasarkan berbagai laporan internasional, Prabowo menyebut justru Indonesia sebagai salah satu titik terang di tengah ketidakpastian ekonomi global. Prabowo juga mempertanyakan nasionalisme para pengusaha yang selama ini menikmati kekayaan bumi Indonesia namun justru hasilnya dibawa ke luar negeri.
Menanggapi persoalan tersebut, Ketua umum Forum Kepakaran Indonesia dan Dewan pakar KAHMI Nasional, Dr. Risman Pasaribu menyatakan tidak sependapat dengan kritikan yang menyebut “Indonesia Gelap”. Menurutnya, kritikan tersebut sebagai kritikan yang tidak membangun, justru akan memperbesar rasa pesimisme terhadap masa depan Indonesia.
“Saya kurang sependapat dengan istilah Indonesia Gelap. Wajar jika Presiden marah karena Indonesia Gelap memang tidak pantas diucapkan. Yang benar adalah Indonesia belum maju seperti Negara lainnya yang sudah maju,” ujar Risman, Sabtu (16/5/2026), di Jakarta.
Untuk menjadi Indonesia maju, lanjut Risman, kita harus segera melakukan reformasi partai politik. Jika tidak, Indonesia akan ketinggalan terus dengan negara maju lainnya. Menurutnya, permasalahan ditingkat hulu seringkali diabaikan dan tidak pernah dipermasalahkan.
“Bagaimanapun jika hulunya tidak bersih, maka hilirnya pun akan kotor. Jika ingi melihat persoalan bangsa, lihatlah dari hulunya. Oleh karena itu perlu dilakukan reformasi dari tingkat hulu, khususnya partai politik,” pungkas Dr.Risman Pasaribu. (***)















