July 14, 2024

Jakarta, JNcom – Film horor “Sinden Gaib” merupakan sebuah karya yang mengadaptasi kisah nyata dari Trenggalek, di mana seorang wanita bernama Ayu memiliki jiwanya ditempati oleh arwah Sarinten.

Kecerobohan berujung pada teror yang mengancam keselamatan nyawa adalah situasi yang sangat menakutkan dan mencekam.

Bagi Ayu, harus berbagi jiwa dengan sosok sinden gaib bernama Sarinten tentu merupakan pengalaman yang menegangkan dan membuatnya terus berjuang untuk bertahan hidup dan mencari jalan keluar dari situasi yang mencekam tersebut.

Dalam kondisi seperti ini, Ayu harus berjuang melawan kekuatan gaib yang mengancamnya sambil berusaha memahami apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana cara mengatasi masalah tersebut tanpa mengorbankan nyawanya.

Kejadian ini bermula saat Ayu dan beberapa rekannya sedang melakukan syuting video dokumenter tentang tarian Turonggo Yakso di Trenggalek, Jawa Timur.

Mungkin mereka tanpa sengaja memicu atau mengganggu sesuatu yang terkait dengan keberadaan Sarinten, yang kemudian menyebabkan Ayu terlibat dalam pengalaman yang menakutkan tersebut.

Syuting di lokasi yang memiliki sejarah atau kepercayaan mistis seringkali menjadi latar belakang yang menarik untuk cerita-cerita horor seperti ini.

Salah satu rekan Ayu mengantongi sebuah batu keramat yang mereka dapatkan di Watu Kandang, Trenggalek, yang merupakan salah satu lokasi syuting video dokumenter mereka.

Kemungkinan batu keramat tersebut memiliki keterkaitan dengan kejadian yang terjadi dan mungkin menjadi salah satu pemicu bagi munculnya kejadian yang menakutkan.

Keberadaan benda-benda keramat seringkali menjadi unsur penting dalam cerita-cerita horor karena dipercayai memiliki kekuatan atau energi gaib yang bisa memengaruhi kejadian di sekitarnya.

Kisah yang menegangkan dan mencekam bagi Ayu, di mana ia harus hidup berdampingan dengan sosok yang merasukinya, Mbah Sarinten, terus berlanjut hingga saat ini.

Kehidupan Ayu menjadi terusik dan terancam oleh keberadaan Sarinten yang menguasai jiwanya, memaksa Ayu untuk mencari cara untuk mengakhiri penderitaannya dan mengusir Sarinten dari dirinya.

Konflik internal dan eksternal yang dihadapi Ayu dalam menghadapi kehadiran Sarinten menjadi inti cerita yang memicu ketegangan dan ketakutan bagi penontonnya.

Benar, kisah nyata yang dialami Ayu telah diangkat ke dalam film horor yang berjudul “Sinden Gaib”, diproduksi Starvision dan diproduseri oleh Chand Parwez Servia. Film ini disutradarai oleh Faozan Rizal.

Dengan dukungan dari tim produksi yang berpengalaman, diharapkan film ini dapat menghadirkan cerita yang menegangkan dan menggetarkan bagi para penontonnya, serta memberikan penghormatan kepada kisah nyata yang menjadi inspirasinya.

Dalam film “Sinden Gaib”, kita melihat bagaimana Ayu terus didatangi oleh sosok sinden dari jagat alam gaib, yaitu Sarinten.

Upaya untuk mengatasi gangguan tersebut melibatkan banyak paranormal, bahkan melibatkan kreator konten supranatural sebagai upaya terakhir untuk menyelesaikan masalah.

Hal ini menciptakan lapisan ketegangan dan ketakutan yang lebih dalam cerita, karena Ayu dan orang-orang di sekitarnya berjuang melawan kekuatan gaib yang menakutkan dan tidak terlihat.

Tentu, situasi semakin memburuk ketika gangguan dari Sarinten justru semakin menjadi-jadi dan hingga kini, Sarinten bersemayam di dalam tubuh Ayu.

Kehadiran Sarinten yang semakin menguatkan dirinya dalam tubuh Ayu menghadirkan konflik yang semakin rumit dan menegangkan.

Ayu dan orang-orang di sekitarnya terus berjuang untuk mencari solusi yang dapat mengakhiri penderitaan Ayu dan mengusir Sarinten dari tubuhnya, namun tampaknya perjalanan mereka masih jauh dari selesai.

Hal ini menciptakan ketegangan yang mendalam dalam cerita, menarik perhatian penonton untuk melihat bagaimana akhir dari kisah yang menakutkan ini.

Dengan Sara Fajira sebagai Ayu dan Yuyun Arfah sebagai Mbah Sarinten, film “Sinden Gaib” menjanjikan penampilan yang mengesankan dari kedua bintangnya.

Sara Fajira berhasil menyampaikan peran Ayu dengan intensitas yang memukau, terutama ketika dirasuki sosok Mbah Sarinten, menambahkan lapisan kompleksitas dan ketegangan pada karakternya.

Di sisi lain, Yuyun Arfah juga diharapkan memberikan penampilan yang kuat dan memukau sebagai Mbah Sarinten, menciptakan ketakutan dan ketegangan yang mencekam bagi penonton.

Kehadiran keduanya diharapkan dapat menjadikan pengalaman menonton film ini semakin mendalam dan menegangkan.

Hal ini tidak hanya meningkatkan kredibilitas film dalam menghadirkan cerita yang menegangkan, tetapi juga memberikan pengalaman yang lebih mendalam bagi penonton, karena mereka dapat merasakan atmosfer dan situasi yang sebenarnya dialami oleh karakter Ayu.

Produser film “Sinden Gaib” Chand Parwez Servia menegaskan bahwa Starvision bertujuan untuk menghadirkan kisah horor yang tidak hanya menegangkan, tetapi juga memberikan pembelajaran bagi penonton.

Lanjutnya, dengan mengadaptasi kisah nyata, film ini tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga memberikan kesempatan bagi penonton untuk merenungkan dan mempertimbangkan isu-isu yang mungkin terkait dengan keberadaan alam gaib atau fenomena supranatural.

“Hal ini menciptakan dimensi tambahan dalam pengalaman menonton, di mana penonton tidak hanya terhibur, tetapi juga terdorong untuk memikirkan lebih dalam tentang apa yang mereka saksikan dan mungkin mengambil pelajaran dari cerita yang disampaikan dalam film tersebut,” ucap Chand Parwez, di Studio XXI Epicentrum Jakarta, Senin (19/2/2024).

Lebih jauh, Chand Parwez mengungkapkan, pesan tersebut sangat relevan dalam konteks pengalaman yang dialami oleh karakter Ayu dalam film “Sinden Gaib”.

Dengan memperhatikan tata krama dan menghormati lingkungan sekitar, kita dapat menciptakan suasana yang lebih aman dan menghindari gangguan yang tidak diinginkan.

Chand Parwez Servia mengungkapkan, film “Sinden Gaib” tidak hanya mengadaptasi kisah nyata yang terjadi di Trenggalek, Jawa Timur, tetapi juga mengambil inspirasi dari peristiwa yang sempat viral pada 2019.

“Dengan demikian, film ini tidak hanya memberikan hiburan dan ketegangan bagi penontonnya, tetapi juga memberikan pesan moral yang bernilai dalam menghormati dan memahami keberagaman budaya yang ada di sekitar kita,” ucspnya.

Pengalaman sutradara Faozan Rizal dalam berinteraksi dengan sosok Mbah Sarinten yang hidup berdampingan dengan Ayu pasti sangat menarik.

Faozan Rizal dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang proses pembuatan film ini dan bagaimana dia menggarap karakter Sarinten dalam cerita tersebut.

Pengalaman Faozan Rizal yang terkejut saat hendak berbicara dengan Ayu, tetapi malah sosok Mbah Sarinten yang hadir di tubuh Ayu tentu menjadi momen yang menegangkan dan mungkin menakutkan.

Interaksi langsung dengan kehadiran sosok gaib seperti itu bisa menjadi pengalaman yang menggetarkan bagi siapa pun, terutama bagi seorang sutradara yang sedang menggarap sebuah film horor.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu momen kunci yang menginspirasi Rizal dalam menyutradarai film ini, dan bisa jadi memberikan wawasan tambahan dalam memahami karakter Sarinten dan dinamika hubungannya dengan Ayu dalam film “Sinden Gaib”.

Tentang tatapan mata Ayu atau Sarinten yang melirik tajam kepadanya dan langsung bertanya, “kamu percaya saya?” sungguh menciptakan suasana yang mencekam dan misterius.

Tatapan mata yang intens dan pertanyaan yang langsung menghadapnya mungkin menjadi momen yang menggetarkan bagi Faozan Rizal, dan memberikan tambahan dimensi dalam pemahamannya terhadap karakter-karakter dalam film tersebut.

Hal ini pun mencerminkan kemampuan Faozan Rizal dalam menangkap nuansa-nuansa psikologis yang kompleks dalam membangun karakter-karakter dalam film horor seperti “Sinden Gaib”.

Pengalaman Faozan Rizal yang menceritakan saat dia hendak menyapa Ayu, namun tiba-tiba Sarinten masuk ke dalam dirinya, menciptakan momen yang sangat menegangkan dan mungkin membingungkan.

Pertanyaan langsung dari Sarinten, “aku cantik ndak?” menambahkan lapisan kompleksitas pada suasana tersebut.

Respons Faozan yang mengatakan bahwa dia percaya Sarinten cantik sekali, mungkin menjadi langkah cerdas untuk menjaga suasana agar tetap tenang dan mungkin juga menghindari konflik yang tidak diinginkan.

Reaksi Sarinten yang tertawa kemungkinan menambahkan elemen misteri dan ketidakpastian dalam interaksi tersebut, serta menunjukkan kompleksitas karakter Sarinten yang bisa berubah-ubah dari serius menjadi lebih ramah dan santai dalam sekejap.

Momen-momen mistis yang dialami selama proses syuting film “Sinden Gaib” menambahkan lapisan ketegangan dan misteri dalam pembuatan film tersebut.

Pengalaman seperti mendapat bisikan saat syuting di lokasi yang terkait dengan kejadian nyata tempat Ayu kerasukan Mbah Sarinten, menciptakan atmosfer yang lebih mendalam dan menegangkan bagi sutradara dan kru film.

Penggunaan lagu-lagu sinden dengan sentuhan Banyuwangi dalam film juga menambahkan dimensi mistis dan misteri yang lebih dalam bagi penonton.

Musik dan suara memainkan peran penting dalam menciptakan suasana dalam film horor, dan dengan menggabungkan elemen-elemen musik tradisional seperti lagu-lagu sinden dengan sentuhan lokal seperti Banyuwangi

Pengalaman Sara Fajira dalam memerankan karakter Ayu dalam film “Sinden Gaib” tentu merupakan tantangan yang kompleks dan menarik.

Selain harus fokus pada aktingnya, Sara juga harus mempelajari dan menyajikan nyinden dengan langgam Banyuwangi, menambahkan dimensi baru pada karakter Ayu yang misterius dan menegangkan.

Kombinasi antara akting dan kemampuan menyinden yang diperlukan dalam film ini akan memberikan penonton pengalaman yang lebih mendalam dan autentik dalam menjelajahi kisah horor yang disajikan dalam “Sinden Gaib”.

Kerjasama dengan Starvision, Faozan Rizal, serta seluruh pemeran dan kru film tentu sangat membantu Sara Fajira dalam memerankan karakter Ayu yang kompleks dalam film “Sinden Gaib”.

Dalam situasi di mana Ayu harus membagi jiwanya dengan Mbah Sarinten, dukungan dari tim produksi dan sesama aktor menjadi kunci dalam menciptakan pengalaman yang kohesif dan mendalam bagi penonton.

Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat kinerja individu Sara Fajira, tetapi juga menciptakan karya yang lebih berkualitas dan autentik secara keseluruhan.

Dengan jajaran pemeran yang mencakup Sara Fajira, Riza Syah, Dimas Aditya, Naufal Samudra, Arla Ailani, Laras Sardi, Rizky Hanggono, Yeyen Lidya, Liek Suyanto, Yuyun Arfah, Novita Hardini, dan aktor lainnya

Dengan kehadiran sejumlah nama-nama ternama dalam perfilman Indonesia, diharapkan film ini dapat memberikan pengalaman yang mendalam dan menggetarkan bagi para penontonnya.

Saya yakin para penggemar film horor akan menantikan dengan antusias penayangan “Sinden Gaib” di seluruh bioskop di Indonesia mulai 22 Februari 2024.***(Guffe)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *