April 12, 2024

Jakarta, JNcom – PT Pegadaian wilayah VIII Jakarta 1 bersama PT Pegadaian cabang pembantu Pasar Mawar Bogor Kota menggelar khitanan massal. Didampingi orang tuanya, sebanyak 130 anak yang berasal dari warga Kota Bogor mendaftar sebagai peserta khitanan massal.

Pimpinan Wilayah PT Pegadaian Wilayah VIII Jakarta I, Alim Sutiono didampingi kepala bagian CSR mengatakan kegiatan khitanan massal dilaksanakan dalam rangka pemberdayaan masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Selain kegiatan khitanan massal, melalui program CSR juga diadakan pengobatan gratis, bantuan untuk difabel, dan bantuan Kesejahteraan masyarakat dalam bentuk Gadai Peduli.

“Gadai Peduli ini memberikan pinjaman Rp. 1 juta kepada masyarakat tanpa dipungut biaya jasa bunga. Program ini terbanyak diminati masyarakat karena tim CSR kita selalu melakukan survei kepada masyarakat di 5 wilayah operasional yaitu Bekasi, Kramat Jati, Jatiwaringin, Senen dan Bogor,” ujar Alim kepada awak media disela-sela kegiatan khitanan massal, Minggu (25/6/2023) di halaman kantor Pegadaian cabang pembantu Pasar Mawar Bogor Kota.

Kegiatan ini, lanjut Alim, bagaimana tanggung jawab kita terhadap pelanggan-pelanggan dengan membantu salah satunya dalam bentuk kegiatan khitanan massal. Menurutnya, masyarakat yang merasa terbantu dengan Pegadaian ada suatu keterikatan yang saling membantu.

Diakuinya, kegiatan seperti ini dapat meningkatkan jumlah pelanggan pegadaian dengan produk-produk yang dimiliki oleh Pegadaian seperti KUR, tabungan emas dan lainnya. Ia mengajak masyarakat untuk memiliki tabungan emas, karena tabungan emas tahan terhadap inflasi. Capaian tabungan emas hingga pertengahan tahun 2023 mencapai Rp.9 miliar dari target Rp.11 miliar yang ditetapkan Pegadaian.

“Masyarakat merasa terbantu melalui gadai dan KUR karena bunga yang rendah hanya 0,6% pertahun dan persyaratan ringan tanpa jaminan, hanya dilakukan survey bahwa ada usaha yang perlu dibiayai oleh Pegadaian,” ungkapnya.

Untuk KUR, jelas Alim, dalam periode hingga Juni ini Pegadaian telah mengucurkan dana sebanyak Rp. 100 miliar dari target Rp.200 miliar di tahun 2023. Tak hanya memberikan pinjaman, Pegadaian juga membantu perbaikan manajemen penyimpanan keuangan, perbaikan finansial, dan diklat-diklat serta melakukan pendampingan. Sementara dari sisi usaha, sebanyak 80% produk kredit gadai masih mendominasi usaha Pegadaian. Dari target Rp.6,1 triliun di tahun 2023, hingga Juni ini telah mencapai Rp.5,9 triliun.

“Dari kucuran KUR tersebut, sebanyak 1000 UKM telah terbantu, melebihi target yang ditetapkan sebesar 900 UKM. Dan Alhamdulillah tiap tahun kenaikannya mencapai 20%. Selain animo masyarakat meningkat, usaha mereka juga lancar pasca pandemi ini,” kata Alim.

Ia berharap dengan kegiatan ini masyarakat semakin terbantu juga dapat memanfaatkan produk-produk Pegadaian yang baik ini. “Alhamdulillah mungkin berkat doa-doa dari masyarakat, kita dapat dengan mudah mencapai target,” pungkasnya. (my)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *