Jakarta, JNcom – Jumlah Kementerian Kabinet Merah Putih di era Pemerintahan Prabowo Subianto yang mencapai 49 Kementerian secara otomatis akan menambah beban anggaran negara dibandingkan Pemerintahan sebelumnya yang hanya 34 Kementerian. Penambahan beban APBN tersebut dalah satunya adanya penambahan belanja pegawai dan belanja barang.
Disisi lain, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya efisiensi anggaran untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, yang dapat dialihkan untuk membiayai program-program prioritas yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Menyoroti kebijakan tersebut, Ketua Umum Forum Kepakaran Indonesia, yang juga Anggota Dewan Pakar KAHMI Nasional dan Mantan Kepala sub Direktorat Fasilitasi Pendidikan Politik Kesbangpol Kementerian Dalam Negeri, Dr. Risman Pasaribu mengingatkan Pemerintah akan pentingnya melakukan evaluasi demi kebaikan dan kemajuan bangsa.
“Saya sangat setuju bila presiden mau mengavaluasi kinerja para Menteri Kabinet Merah Putih demi kebaikan Bangsa dan kemajuan pembangunan,” kata Risman Pasaribu, Jumat (10/4/2026).
Terkait dengan wacana pemotongan gaji pejabat negara terutama menteri sebagai langkah efisiensi anggaran, dengan usulan pengurangan hingga 25%, Risman berpendapat bahwa sebaiknya pemotongan tersebut ditunda atau dibatalkan, tetapi yang perlu dilakukan adalah perampingan susunan Kabinet Merah Putih.
“Daripada melakukan pemotongan gaji pejabat, lebih baik melakukan perampingan susunan Kabinet Merah Putih, akan lebih efisien dan efektif. Saya yakin Rakyat akan senang jika Presiden mau melakukan perampingan jumlah Menteri dan Wamen,” kata Risman.
Diakui Risman, ia merasa kasihan melihat Rakyat sekarang ini ditengah kondisi ekonomi yang sangat memperihatinkan. Menurutnya, Rakyat kini sedang membutuhkan biaya pendidikan, kesehatan, sandang pangan dan papan. “Bagi saya tidak efesien dan tidak efektip kalau jumlah kabinet saat ini dipertahankan,” pungkas Risman. (Red)











