Jakarta, JNcom – Sebagai rangkaian kegiatan Bamus Betawi DK Jakarta dan upaya memperkokoh semangat persatuan dan kesatuan serta persaudaraan, Bamus Betawi Jakarta Selatan mengadakan diskusi politik kebangsaan bertema “Politik Kebangsaan dan Pemajuan Kebudayaan Betawi”, Kamis (18/9/2025), di Jakarta.
Kegiatan yang diikuti perwakilan dari berbagai organisasi massa (ormas) tersebut menghadirkan narasumber Dr. Hj. Aida Maqbulah (Pengurus Harian Bamus Betawi), Eliazer H, SE, MM (Plt. Kabid Politik & Demokrasi Bakesbangpol DKI Jakarta), dan H. Syarif Hidayatullah S.Ip (Sekretariat Majelis Tinggi Bamus Betawi)
Dalam paparannya, Eliazer menekankan pentingnya bersinergi dan berkesinambungan antara pemerintah provinsi DKI Jakarta dengan ormas-ormas dalam menciptakan politik dan Jakarta yang kondusif.
“Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 mengamanatkan bahwa negara wajib menjaga keamanan, ketertiban, kewajaran dan kelayakan hidup masyarakat,” ujarnya.
Kesbangpol diberikan kewenangan terkait dengan wawasan kebangsaan, pemeliharaan persatuan dan kesatuan, pembinaan kerukunan antar suku, penanganan konflik, koordinasi tugas sektoral.
“Tugas-tugas ini merupakan kewenangan yang ada di presiden dan kepada gubernur dan diturunkan ke Kesbangpol. Tugas utama kami adalah menjaga stabilitas sosial masyarakat dan kondusifitas politik,” jelasnya.
(Sementara itu, Pengurus Harian Bamus Betawi, Dr. Hj. Aida Maqbulah menuturkan bahwa budaya Betawi identik dengan nilai-nilai keislaman yang menjadi prinsip hidup sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah.
“Betawi memegang teguh prinsip-prinsip tersebut karena didalamnya mengajarkan kita untuk berbuat baik. Oleh karena itu masyarakat Betawi penting memahami nilai-nilai keislaman tersebut,” pungkasnya. (red)











