Salatiga, JNcom – Tangisan rindu seorang ayah pecah setelah bertemu kembali dengan anak Kandungnya yang pergi berpisah lebih dari satu tahun lamanya.
Kumroji, yang merupakan ayah kandung dari DP (15 tahun) sangat terpukul dengan kepergian DP setelah dibawa ibu kandungnya sendiri yaitu Siti Komziatun (SK) yang dipicu keretakan rumahtangga.
Di tengah keterpurukan ekonominya Kumroji mengadu nasib ke Palembang Sumatera Selatan. Berawal dari kepergian Kumroji mencari nafkah , “Saya ke Palembang itu bekerja dan dari hasil keringat saya kirimkan untuk anak istri” ungkap Kumroji
Sementara itu menurut beberapa saksi , SK meninggalkan rumah yang telah terjual sejak Januari 2026. Ia hidup bersama anaknya dengan berpindah pindah tempat kost yang diduga agar tidak diketahui keberadaan diri dan anaknya. Sejak kepergianya itulah SK merahasiakan keberadaan anaknya dimata suami dan keluarganya.
“Siti Komziatun kalau menghubungi saya hanya minta duit dan duit, tapi keberadaan anak saya dirahasiakan, tapi tetep saya kirim uang dan kini saya akan melanjutkan gugat Cerai karena Siti sudah sulit diperbaiki,” tandas Kumroji
Keberadaan anaknya terkuak. bermula saat SK menempati Kost di lingkungan Ngentak Salatiga sejak Juni 2026. Dalam kesehariannya, SK dan DP terlihat mengurung di dalam kamar hanya kadang di petang hari sesekali keluar kamar, sementara DP yang dinilai masih perlu mengenyam pendidikan formal tidak terurus,.
Maria Eny meminta agar DP bisa kembali bersekolah serta bersosialisasi dengan teman sebayanya. Niat baik Maria Eny tentu diterima oleh SK dan akhirnya DP diasuh serta disekolahkan di SMP Muhamddyah Salatiga.
Dari tempat tinggal, kebutuhan keseharian hingga semua kebutuhan sekolah ditanggung oleh Panti Abu Hurairoh Salatiga yang diketuai oleh Muh Azam.
DP kemudian secara resmi diambil oleh Kumroji dari Panti dengan pertimbangan akan disekolahkan di Palembang dimana tempat ia bekerja. Rasa haru dan Tangis pecah bukan hanya dirasakan oleh Keluarga Kumroji namun juga oleh Muh Azam selaku kepala Panti Abu Hurairah Salatiga.
Meski DP sudah diambil dari Panti dan kembali bersama dengan Kumroji dan keluarga, namun masih menyisakan duka bagi Nano Prayogo dan Maria Eny.
Pasalnya pada 10 Agustus 2026 ketika Nano – Eny perjalanan arah pulang usai mengurus pindah sekolah DP dari SMP Sudirman Dadapayam setibanya di lingkungan Sumberejo keduanya mengalami kecelakaan tunggal yang mengakibatkan luka luka yang cukup serius.
”Saya kira Siti Komziatun itu perempuan baik , dari kejadian Kecelakaan satu bulan lebih nyaris kami tidak bekerja maka logis jika kami menuntut berupa material kepada Siti Komziatun di kisaran 18 jutaan. Sementara tuntutan itu bukan karena nilai rupiah tapi lebih memberikan efek jera,” tandas Eny.
Menurut sumber yang layak di percaya , untuk saat ini SK di duga ada hubungan khusus dengan pria inisial A asal Pacitan seorang pedagang kain Gorden di Salatiga jadi untuk keberadaan SK di mungkinkan A akan lebih tau. (NANO )















