Jakarta, JNcom – Kabinet Merah Putih pada pemerintahan Prabowo Subianto dinilai agak kendor dan lemas melawan Koruptor. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Risman Pasaribu, Wakil Ketua umum Forum Kepakaran Indonesia, yang juga Anggota Dewan Pakar KAHMI HMI dan Mantan Ketua Bidang Pemerintahan dan Otda Iluni UI di tengah-tengah kegiatan Rakornas KAHMI di Hotel Sahid baru baru ini. Acara tersebut dihadiri oleh Anggota Presidium dan Korpres Saat Mustapa, Wakil ketua DPR RI dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
“Saat ini masih perlu perhatian khusus masalah koruptor di Indonesia. Bila perlu Rakyat segera turun kelapangan untuk mendukung Presiden Prabowo dalam menuntaskan korupsi yang ada sekarang ini. Saya siap mati dan tidak akan mundur sekalipun
melawan Koruptor seperti yang disampaikan oleh bapak presiden RI,” ujar Dr. Risman kepada wartawan, Kamis (17/7/2025).
Menurutnya, 10 tahun Kabinet Jokowi betul-betul rakyat sengsara dan sekarang satu persatu dibongkar, mulai dari kasus Pertamina, kasus beras, kasus Asabri, Jiwasraya, Taspen, kasus Dikti, dan kasus Departemen Agama.
“Pokoknya 10 tahun panen raya terdapat korupsi. Jadi tidak salah nama Kabinet Merah Putih dinamai oleh Prabowo Subianto. Pokoknya koruptor harus mau mengembalikan uang Rakyat yang dirampok selama ini dan harus transparan pengembalian uang tersebut dan pemerintah harus mengumumkan resmi agar rakyat tahu,” tambahnya.
Risman berharap para koruptor dihukum berat, jangan ada lagi hukuman penjara tetapi tidurnya sama seperti di rumah sendiri. “Cara seperti ini tentunya membohongi Rakyat,” tegasnya Risman. (**)











