Purworejo, JNcom – Kemeriahan Pawai Budaya tingkat PAUD tidak hanya dirasakan oleh para siswa, namun juga guru-guru turut ambil bagian dalam Pawai Budaya PAUD yang diselenggarakan tiap tahun.
Acara yang berlangsung Sabtu (9/5/2026, diikuti 33 lembaga, terdiri 20 TK, 13 KB dengan jumlah peserta tidak kurang dari 700 peserta. Peserta Pawai dilepas oleh Bunda PAUD Kecamatan Bagelen (Ibu Sigit).
Dalam kesempatan itu, Pengawas TK Yulis Setyowati S. Pd M. Si mengatakan, pelaksanaan Pawai dimaksudkan untuk mengenalkan budaya pada anak didik terutama budaya kecamatan Bagelen, sekaligus sebagai ajang promosi lembaga – lembaga supaya masyarakat mengenal, ajang kreativitas, baik guru, murid serta orang tua.
”Dalam event ini diharapkan lembaga – lembaga PAUD berperan serta untuk mengembangkan Kreativitas di lembaga masing masing. Pawai Budaya ini berlangsung untuk ke tiga kalinya diselenggarakan,” ujar Yulis.
Lanjut Yulis, awalnya kegiatan terlaksana ketika dirinya menjadi Kepala TK Pembina Negeri Bagelen bersama para guru, Komite serta para orang tua murid. Semula hanya diikut TK Pembina Negeri saja, dan di tahun ke dua mengajak IGTK sehingga Pawai diikuti oleh lembaga PAUD se Kecamatan (Wicambidik) Bagelen.
Harapan ke depan Pawai Budaya tetap berlanjut tiap tahun diselenggarakan dengan leboh berkembang. Sementara pihak kecamatan (camat)mendukung serta akan melibatkan di setiap kegiatan kecamatan khususnya terkait dalam pengembangan Budaya.
”Pawai Budaya ini awalnya saya inisiatornya ketika itu saya duduk Kelala Sekolah TK Pembina Negri Bagelen,” pungkas Yulis.
Di tempat terpisah, Camat Bagelen Sigit Kurniawan Saputro ketika dikonfirmasi tentang kegiatan Pawai Budaya tingkat PAUD, dirinya sangat mendukung dan berharap kegiatan diselenggarakan secara rutin tiap tahun.
“Dengan giat budaya tingkat PAUD ini tentu saya mendukung karena dengan Pawai ini akan membangun kebersamaan dari tingkat anak, dan diharapkan bisa berjalan tiap tahun,” ujar Sigit.
Ditambahkan, wilayah kecamatan Bagelen banyak potensi yang perlu digali. Sigit mencontohkan adanya Beteng Pendem serta Petilasan Sunan Geseng dapat menjadi wahana wisata Religi.
Sementara itu, warga masyarakat Bagelen masing masing desa memiliki ragam budaya yang diharapkan dapat mendongkrak nama Bagelen yang memiliki nilai-nilai luhur dalam berbudaya.
Ke depan, lanjut Sigit Bagelen sebagai ”icon“ Kabupaten Purworejo karena Bagelen merupakan perbatasan antar propinsi atau Pintu gerbang DIY, setidaknya Bagelen memiliki warna baik dalam hal Budaya serta syukur bisa mengangkat perekonomian warga Bagelen melalui pemberdayaan UMKM. (NANO)















