Kediri, JNcom – Pemerintah Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur bersama DPR RI kembali menyelenggarakan sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana kepada masyarakat. Kegiatan sosialisasi kali ini digelar di Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Selasa (5/8/2025).Selasa (5/8/2025)
Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Ir. Heru Tjahjono, M.M mengatakan, kegiatan sosialisasi dilaksanakan guna membangun generasi emas 2045, sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Presiden dengan salah satu misinya menuju Indonesia maju.
“Sosialisasi ini secara keseluruhan untuk membangun generasi emas 2045 sesuai sengan misi pak presiden, salah satunya adalah untuk Indonesia maju,” ujar Heru.
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kab Kediri (DP3AP2KB), Nono Soekardi, SH,MH melihat fenomena di tahun 2024 banyak orang yang meminta dispensasi perkawinan karena menikah usia dibawah 19 tahun.
“Tahun 2024 pernikahan usia anak mencapai 312 kasus, namun ada penurunan dibandingkan tahun 2023. Sebanyak 50% pernikahan disebabkan karena perempuan sudah hamil. Per April 2025, pengajuan nikah muda banyak disebabkan karena perempuan hamil dan rata-rata usia 14-15 tahun di saat anak masih SMP,” jelasnya.
Sementara itu, Penata Kependudukan dan KB Ahli Muda Perwakilan BKKBN Provins Jawa Timur) / Ketua Tim Kerja Pengendalian Kependudukan, Yuni Dwi Tjadikijanto, SE dalam paparannya menjelaskan, upaya pemerintah untuk mewujudkan keluarga berkualitas dan lingkungan yang sehat diantaranya melalui pelaksanaan program GENTING, TAMASYA, GATI dan SIDAYA.
Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING)”, yaitu sebuah program yang bertujuan untuk mencegah stunting pada anak dengan melibatkan masyarakat sebagai orang tua asuh. TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) merupakan Program yang menyediakan tempat penitipan anak yang berkualitas, hasil kolaborasi antara lembaga pemerintah dan swasta. Dengan adanya TAMASYA, orang tua dapat bekerja dengan tenang karena anak-anak mereka mendapatkan pengasuhan dan pendidikan yang baik di tempat penitipan anak yang terstandar.
Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) adalah sebuah program yang diluncurkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Program ini bertujuan untuk meningkatkan peran aktif ayah dalam pengasuhan anak, pendampingan remaja, dan menciptakan keluarga yang harmonis dan berkualitas. GATI mendorong ayah untuk lebih terlibat secara emosional dan fisik dalam keluarga, serta berbagi peran domestik dengan pasangan.
SIDAYA adalah singkatan dari Lansia Berdaya, sebuah program yang digagas oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Program ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas hidup lanjut usia (lansia). SIDAYA bertujuan agar lansia tetap aktif, sehat, produktif, dan mampu berpartisipasi aktif dalam kegiatan sesuai minat dan potensi mereka
“Terkait quickwin sebenarnya ada 5, tetapi yang satu khusus dikerjakan oleh pusat yaitu SuperApps, sebuah aplikasi yang dijadikan satu dari semua aplikasi di BKKBN,” ungkapnya. (Red)
.











