Kabupaten Semarang, JNcom – Kopi tidak saja disukai oleh orang berusia diatas 50 tahun, kini Kopi lebih disukai oleh berbagai kalangan masyarakat, bahkan millenial mendominasi sebagai penikmat Kopi.
Disisi lain Kopi memiliki multi manfaat diantaranya membantu menurunkan berat badan, Meningkatkan daya ingat, Mencegah penyakit jantung, dan Diabetes, serta dapat menjaga kesehatan hati.
Kopi hitam tanpa gula juga dapat meningkatkan fungsi kognitif serta mengurangi peradangan dan dapat memberikan nutrisi tambahan bagi organ tubuh.
Slamet Hermawan atau lebih akrab disapa Wawan pada 2021 tercatat sebagai Pemuda Pelopor ditingkat Kabupaten Semarang. Alumni SMK 2 Salatiga itu pada 2019 memutuskan berwiraswasta dengan mendirikan “Kopi Pinanggih” di lingkungan Jrakah desa Kebondowo Banyubiru.
“Kopi Pinanggih adalah kopi khas dusun jrakah yang memiliki rasa yang berbeda dengan Kopi yang lain karena diolah sendiri dari pohon hingga produk jadi atau olahan kopi,” ucap Wawan.
Menurutnya, usahanya terinspirasi dari sebuah kesadaran akan potensi disekitar terutama hasil pertanian kopi yang melimpah namun saat itu harganya sangat rendah (Rp. 19.000/kg)
Sehingga dinilai tidak sebanding dengan perawatan dan keringat yang keluar dari petani kopi, dan orang tuanya.
Wawan menambahkan, salah satu dari petani tersebut akhirnya terpikirkan bagaimana caranya agar nilai jual kopi itu menjadi menguntungkan petani ,dan kebetulan saat itu banyak teman dari jambu yang sudah lebih awal memulai mengolah kopi yang membuat nilai jual kopi menjadi bertambah
“Saya belajar secara otodidak dari teman teman kopi jambu bagaimana mengolah kopi tersebut. Akhirnya waktu kewaktu dari saya yang bermodalkan hasil panen kopi dari orang tua bisa mengolah kopi meskipun waktu itu tempat produksi kopi masih menumpang diteman teman kopi dijambu yang awalnya tidak punya satu alat apapun,” kenangnya.
Dalam rangka mengembangkan usaha serta mendongkrak omzet penjualan ketika itu ia tidak punya mitra bahkan modal untuk mengolah kopi tersebut,
Waktu demi waktu berjalan sedikit demi sedikit uang hasil penjualan kopi dapat kumpulkan, sebagai mitra usaha seperti bank dan universitas mulai mendekat ,dan pada tahun 2020 universitas Diponegoro Semarang menjadi mitra bisnis yang memberikan alat-alat produksi mulai dari penggilingan kopi hingga mesin produksi lain dengan metode ada yang hibah adapula yang memberikan tambahan modal untuk membeli mesin roasting sebesar 70%.
Sepertinya usaha yang dilakoni Wawan berbuah manis untuk para petani kopi disekitarnya terutama di dusun Jerapah. Dengan progres yang ada lebih menumbuhkan motivasi untuk merawat pohon kopi agar hasil panen berkualitas bahkan ada yang termotivasi untuk membuat produk olahan kopi di lingkungan sekitar.
“Waktu demi waktu saya mulai dilirik oleh pemerintah provinsi jawa tengah (dinas koperasi jateng), yang mendukung usaha dengan memberikan pelatihan dan juga mengirim keluar kota untuk belajar tentang pengolahan kopi di berbagai daerah Palembang, Jember, Bandung, itu pun dilakukan secara gratis hingga ia mendapatkan sertifikasi barista,” ungkapnya.
Berkat perjuangan serta ketekunan yang gigih Wawan Akhirnya menunjukkan apa yang ia inginkan dan impikan agar petani kopi menjadi lebih sejahtera serta nilai jual kopi menjadi bernilai lebih diberkahi oleh Tuhan Yang Maha Esa. (NANO)











