Jakarta, JNcom – Sekolah Tinggi Agama Khonghucu Negeri di Indonesia (SETIAKIN), di Pangkalan Baru, Bangka Belitung diresmikan oleh Menteri Agama (Menag) Nasarudin Umar, pada Rabu (19/11).
Dalam sambutannya Nasarudin menyebut kehadiran SETIAKIN adalah bentuk komitmen pemerintah dalam menyuguhkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh umat beragama.Sekaligus menandai babak baru bagi pendidikan keagamaan Khonghucu di Tanah Air.
“Ada pepatah, ” Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina”. Harapannya SETIAKIN dapat menjadi jembatan penyeberangan bagi para pengajar untuk mempelajari kearifan dari Tiongkok dan dikembangkan di lingkungan akademik.
Kemudian penguatan kohesi sosial antar umat beragama di tengah tantangan keberagaman bangsa. “Tantangan kita adalah bagaimana kohesi sosial antar umat beragama bisa terwujud dengan baik,” imbuhnya.
lebih lanjut Menag mengajak perlunya untuk memperkuat unsur spiritualitas dalam proses pendidikan. Ada tiga nilai dasar ajaran Khonghucu yang menurutnya penting untuk diinternalisasi civitas academica SETIAKIN, yakni Ren, Li, dan Ba De.
Ren, yang berarti kasih sayang terhadap sesama, menjadi dasar ajaran Konfusius untuk memperluas kedamaian di masyarakat. “Ini berkaitan dengan bagaimana memproteksi humanisasi menggunakan pendekatan bahasa keagamaan, merawat lingkungan hidup dengan bahasa agama, dan melakukan penghormatan kepada orang tua,” terangnya.
Li mencakup aspek susila, perilaku, etika, hingga ritual keagamaan yang tertib. Menag menekankan perlunya menjauhi hal-hal yang tidak susila dan melaksanakan ritual keagamaan dengan penuh hormat.
Yang ketiga, Ba De atau Delapan Kebajikan menjadi pedoman moral yang terdiri dari bakti, rendah hati, setia, dapat dipercaya, susila, keadilan, suci hati, dan tahu malu. “Nilai-nilai ini harus menjadi pedoman perilaku dalam setiap hubungan sosial,” urainya.
Sementara itu, Ws. Liem Liliany Lontoh, S.Pd., S.E., M.Ag mengatakan
Xie Tian Zhi En, dengan penuh rasa syukur dan bahagia, saya mengucapkan Selamat dan Sukses atas peresmian SETIAKIN.
“Ini merupakan tonggak penting dalam sejarah perkembangan agama Khonghucu di Indonesia, ” ujar Ws. Liem Liliany Lontoh, S.Pd., S.E., M.Ag yang juga Ketua MATAKIN DKI Jakarta kepada jurnalnusantara. com, di Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Liem Liliany Lontoh menambahkan SETIAKIN diharapkan menjadi Pusat Pendidikan Tinggi yang mencetak calon guru dan pemimpin yang berintegritas.
“Membentuk karakter dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya toleransi dan kerja sama antar umat beragama. Shanzai, ” terang Ketua Hubungan Antar Lembaga dan Lintas Agama Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Pusat ini.
Tak ketinggalan kepala Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu, Nurudin, bilang pendirian SETIAKIN sebagai bentuk kehadiran negara dalam menyediakan akses pendidikan tinggi bagi pemeluk agama Khonghucu.
“Sekolah tinggi ini tercatat sebagai Sekolah Tinggi Agama Khonghucu negeri yang pertama di Indonesia. SETIAKIN hadir untuk merespons kebutuhan akan lembaga pendidikan tinggi formal bagi pemeluk agama Khonghucu,” tandanya. (han)











