Jakarta, JNcom – Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PPM) melakukan penyambutan bagi Andika Gatot Setyawan, anggota PPM kota Malang yang melakukan perjalanan Long March berjalan kaki dari Kota Malang menuju Jakarta, dengan jarak tempuh 1400 km dalam waktu tempuh sekitar 40 hari.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga Patriani Paramita Mulia, dalam keterangannya, Jumat (8/8/2025) mengatakan dirinya sangat mengapresiasi dan merasa bangga kegiatan long march yang dilakukan oleh anggota PPM Kota Malang
Inisiasi dari pribadi Mas Andhika, yang kemudian mendapatkan ijin dari DPC LVRI Kota Malang, kemudian didukung penuh oleh Pemuda Panca Marga (PPM) Kota Malang, dan juga di dukung Mada PPM Jawa Timur.
Mas Andika mulai perjalanannya sejak 26 Juni 2025 lalu, dengan mengunjungi berbagai kota, dan situs-situs sejarah dan perjuangan, serta makam para pahlawan, keraton, dan titik-titik tempat perjuangan lainnya, Semua itu dilakukan untuk menyebarkan semangat juang dan cinta tanah air,” ucapnya,
Menurutnya, momentum kegiatan Loang march Mas Andhika ini bisa sebagai titik balik bangkitnya YUDHA PUTRA , dan bangkitnya Pemuda Panca Marga kita, sebagai anak bangsa, sebagai komponen sishankamrata, yang sangat berperan strategis dalam perjalanan bangsa dan negara Indonesia yang sangat dinamis, selain itu kegiatan juga bisa menjadi symbol perjuangan dan pengabdian .
“Melalui Longmarch 1400 Km ini, Mas Andhika telah membuktikan kepada kita semua, bahwa apa yang dia lakukan merupakan bentuk nyata dari Tanhana Dharma Mangrva! Tiada pengabdian yang mendua, Sekali lagi saya ucapkan Selamat datang Mas Andhika! Selamat telah memenuhi niat long march dengan baik,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga Patriani Paramita Mulia.
Andhika yang di dampingi oleh ayahnya yang langsung datang dari Malang, mengatakan bahwa dirinya selama menempuh perjalanan, Andhika sering berhenti di markas TNI seperti Kodim dan Koramil di sepanjang rute.
Ia disambut oleh para komandan dan prajurit dengan rasa bangga dan hormat. Tak hanya dari unsur militer, sambutan juga datang dari anggota PPM serta para veteran setempat yang memberikan dukungan logistik, doa, dan semangat juang. Momen-momen pertemuan tersebut diabadikan sebagai simbol solidaritas antargenerasi.
“Ada yang sempat bertanya kepada saya, kok nggak jalan kaki sampai ke Mekkah supaya viral, tapi saya jawab, saya nggak butuh viral, dan juga tidak ingin mencetak rekor. Melainkan perjuangan ini saya dedikasikan untuk para veteran, termasuk sebagai ungkapan bangga saya terhadap almarhum kakek. Ini juga bagian dari tekad saya untuk mewarisi nilai-nilai juang dan semangat bela negara yang haus ditularkan pada generasi muda bangsa,”tukas nya.
Lebih lanjut dirinya juga mengatakan Ia juga mewarisi darah pejuang. Yang lahir dari keluarga veteran, begitu pula istrinya. Tak heran, keputusannya menempuh long march mendapat dukungan penuh dari keluarga.
“Istri saya juga keturunan veteran. Kami sama-sama punya semangat untuk meneruskan perjuangan, meskipun bentuknya berbeda dengan dulu. Hari ini kita tidak mengangkat senjata, tapi kita bisa mengangkat nilai,” ujarnya. (Mul)











