Nasional

Ciptakan Keluarga Berkualitas, Kemendukbangga Sosialisasikan Lima Program

×

Ciptakan Keluarga Berkualitas, Kemendukbangga Sosialisasikan Lima Program

Share this article

Madiun, JNcom – Dalam rangka mewujudkan keluarga berkualitas dan hidup dalam lingkungan sehat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan Fasilitasi Teknis Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), Sabtu (17/5/2025), di Gedung Serba Guna Desa Dimong, Jl. Raya Dimong No. 97, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun.

Kegiatan yang diikuti ratusan warga tersebut menghadirkan narasumber yaitu M.Yahya Zaini, SH (Tenaga Ahli Anggota DPR RI), Muh. Sunawan, S.Sos (Kepala Bidang KB DP2KBP3A Kabupaten Madiun), dan Sukamto, SE., M.Si (Katimja Latkom Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Madya Kemendukbangga Provinsi Jawa Timur).

Katimja Latkom Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Madya Kemendukbangga Provinsi Jawa Timur, Sukamto, SE., M.Si dalam pemaparannya menjelaskan, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) terus melakukan sosialisasi 5 Program dan berupaya mewujudkannya yaitu Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansia Berdaya (SIDAYA), AI – Super Apps Keluarga Indonesia (masih dalam pengembangan).

“GENTING adalah gerakan gotong royong masyarakat untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, kuat, dan tidak stunting, berupa pemberian bantuan yang bersumber dari kepedulian para pihak sebagai Orang Tua Asuh (OTA) bagi Keluarga Berisiko Stunting. Tujuannya untuk mewujudkan generasi sehat, cerdas, kuat dan tidak stunting. Selain itu meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat dalam pencegahan stunting,” ujar Soekamto.

TAMASYA, kata Soekamto, adalah Tempat Penitipan Anak atau sebutan layanan sejenis yang memberikan pendampingan pengasuhan bagi pengasuh dan anak, serta orangtua atau keluarga. “Dalam program ini melibatkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah sebagai penyelenggara. Pengelola dan Pengasuh sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan TPA, dan Anak yang berusia 0 hingga 72 bulan,” jelasnya.

Selanjutnya, GATI adalah program yang mendorong keterlibatan aktif ayah dan calon ayah dalam pengasuhan anak, serta pendampingan remaja, dan pra remaja untuk menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis, sehat, dan seimbang demi terwujudnya keluarga yang berkualitas.

“Program ini untuk menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis, sehat dan seimbang menuju keluarga berkualitas. Program ini menyasar remaja laki-laki dan catin pria sebagai calon ayah, para ayah yang memiliki anak usia dini, serta para ayah yang memiliki anak usia pra remaja dan remaja,” imbuhnya.

Berikutnya, hadirnya program SIDAYA bertujuan agar terwujudnya lansia berdaya yang Sehat, Merasa aman dan Partisipasi. Meningkatnya kualitas hidup lansia, serta Meningkatnya kepedulian dan peran serta multi sektor dalam pendampingan lansia. “Program ini direalisasikan dalam bentuk pelayanan Pemeriksaan Kesehatan, fasilitasi keikutsertaan lansia dalam Sekolah Lansia dan pendampingan Perawatan Jangka Panjang,” tambahnya.

Sementara itu, narasumber lainnya turut membahas persoalan Stunting yang harus dicegah sejak dini. Dijelaskan, Stunting adalah kondisi gagal tumbuh dan berkembang pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi yang berulang, terutama selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Dampak dari Stunting dalam jangka pendek akan terjadi gangguan perkembangan otak, kecerdasan berkurang dan gangguan pertumbuhan fisik. Sementara dampak jangka panjang akan menurunkan kemampuan kognitif dan prestasti belajar, menurunnya kekebalan sehingga mudah terpapar penyakit. (red/my)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *