Sidoarjo, JNcom – Dalam rangka mewujudkan keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas 2045, Kemendukbangga/BKKBN berkolaborasi dengan Komisi IX DPR RI kembali melaksanakan sosialisasi program Bangga Kencana bersama warga Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (21/11/2025), di Gedung KPRI, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur.
Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh H. Suyarno, S.H., M.H (Wakil Ketua DPRD Kab. Sidoarjo) dan sejumlah narasumber diantaranya Indah Kurniawati, S.E., MM (Anggota Komisi IX DPR RI), Viktor Hasiholan Siburian, S.E., M.Si (Staf Ahli Bidang Hukum, Kelembagaan, dan Reformasi Birokrasi Kemendukbangga /BKKBN), Sukamto, S.E., M.Si (Plh. Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Timur), Heni Kristiani, S.Pd, M.M (Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kab. Sidoarjo)
Staf Ahli Bidang Hukum, Kelembagaan, dan Reformasi Birokrasi Kemendukbangga/BKKBN, Viktor Hasiholan Siburian, S.E., M.Si menjelaskan, Indonesia Emas adalah Indonesia yang tangguh dan mampu berdaya saing. Menurutnya, setelah 100 tahun sudah selayaknya Indonesia bisa mensejajarkan diri dengan bangsa-bangsa maju lainnya.

“Komunitas paling terkecil adalah keluarga. Ibu-ibu adalah tiang dalam keluarga, saya percaya ibu-ibu adalah makhluk yang paling berpengaruh di dunia ini. Oleh karena itu, mari kita persiapkan anak-anak kita menjadi generasi berkualitas dengan asupan gizi yang baik,” ujar Viktor.
1000 hari pertama kelahiran (HPK), kata Viktor, harus diterapkan, yaitu bagaimana seorang ibu mempersiapkan bayinya dari kandungan sampai usia 2 tahun, mempersiapkan asupan gizinya termasuk memberikan asi eksklusif.
Tumbuh kembang anak juga membutuhkan perhatian dan kasih sayang bapaknya. Untuk itu, melalui Program Percepatan Kemendukbangga tahun 2024 – 2029 yaitu didalamnya ada program GATI (Gerakan Teladan Ayah Indonesia) yang menegaskan bahwa peran ayah sangat dibutuhkan untuk membentuk karakter anak.
“Kemendukbangga berperan mengedukasi masyarakat dan bermitra dengan Komisi IX DPR RI. Tentunya pimpinan daerah harus sejalan dengan pemerintah pusat dengan diawasi oleh para Anggota Dewan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Mari kita sama-sama mendukung program Kemendukbangga, tanpa dukungan masyarakat ini semua tidak akan tercapai,” ucap Viktor.
Plh. Kepala Perwakilan Kemendukbangga/ BKKBN Provinsi Jawa Timur, Sukamto, S.E., M.Si berpendapat bahwa persoalan Stunting tidak hanya persoalan fisik saja, namun juga mempengaruhi motorik otak. Kemudian dispensasi kawin di Sidoarjo kecil namun masih ada. Dispensasi perkawinan dengan angka stunting merupakan linier.
“Keluarga sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter anak. Handphone juga salah satu yang sangat berpengaruh, untuk itu bapak ibu dapat mengawasi anak-anak dalam mengakses handphone,” kata Sukamto.
Ia menambahkan, penyebab stunting disebabkan oleh praktek pengasuhan anak yang kurang baik. Dampak stunting jangka pendek terganggunya perkembangan otak. Cara mencegah stunting dengan memberikan asi ekslusif, memberikan makanan yang begizi dan seimbang, memantau tumbuh kembang anak melalui posyandu.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Sidoarjo, Heni Kristiani, S.Pd, M.M menilai, IBangga di Sidoarjo masih posisi berkembang, pembangunan keluarga masih harus ditingkatkan lagi. “Stunting di Sidoarjo naik di tahun 2023 dari 8,4 menjadi 10,6 pada tahun 2024. Oleh karenanya, Stunting menjadi tugas kita semua tidak hanya tugas Kemendukbangga,” ungkap Sukamto. (red/my)











