Metropolitan

Cegah Stunting, Warga Jakarta Selatan Diberikan Edukasi

×

Cegah Stunting, Warga Jakarta Selatan Diberikan Edukasi

Share this article

Jakarta, JNcom – Pemerintah provinsi DKI Jakarta berkolaborasi dengan Komisi IX DPR RI menggelar sosialisasi program Bangga Kencana, Sabtu (15/11/2025), di Aula Masjid Tangkuban Perahu, Kecamatan Setiabudi, Kota Adm. Jakarta Selatan.

Hadir sebagai narasumber Surya Utama, S.I.P (Anggota Komisi IX DPR RI), Ratna Juita Razak, S.E (Pranata Humas Ahli Madya Kemendukbangga/BKKBN), Nurdini Wahyuningsih (Ketua Sub Kelompok Penduduk DPPAPP Provinsi DKI Jakarta), Drs. Darwoto, M.Si (Penyuluh Juang Kencana / Perwakilan Sudin Kota Jakarta Selatan).

Pranata Humas Ahli Madya Kemendukbangga/BKKBN, Ratna Juita Razak, S.E menekankan pentingnya melaksanakan sosialisasi program Bangga Kencana agar tercapainya tujuan sesuai yang dicita-citakan.

“Sosialisasi program Bangga Kencana sangat penting karena program ini bukan hanya untuk kita saja tetapi juga untuk 10-20 ke depan, untuk anak-anak kita, supaya mereka juga nantinya bisa menggantikan posisi-posisi kita. Jadi mari kita persiapkan untuk mereka, berikan mereka makanan bergizi, bapak ibu juga bisa memberikan pengalaman untuk mereka agar nantinya saat menikah tidak melakukan kesalahan seperti membiarkan anaknya stunting,” ujar Ratna.

Stunting, tambah Ratna, akan mengakibatkan pertumbuhan anak kita terganggu, tidak bisa seperti anak-anak yang lain. Mereka bisa mengerjakan PR, sementara anak yang stunting ini tidak bisa.

“Saya menghimbau agar jangan biarkan anak-anak jajan memakan makanan yang tidak bergizi seperti ciki. Kehidupan kita dan negara di masa depan, tergantung dari anak-anak kita nanti,” tambahnya.

Penyuluh Juang Kencana / Perwakilan Sudin Kota Jakarta Selatan, Drs. Darwoto, M.Si dalam pemaparannya menjelaskan, bahwa anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang akan. melanjutkan estafet. Dalam program keluarga berencana, telah dianjurkan agar membatasi dua saja.

“Program keluarga berencana tidak hanya untuk perempuan saja tetapi juga buat pria yaitu mop, sementara untuk perempuan iud, implant, pil. Perlu diketahui bahwa usia pernikahan yang terbaik bagi perempuan adalah 21 dan laki-laki 25 tahun. Saya menghimbau orang tua memberi contoh bagi anak-anaknya yang masih muda,” ungkapnya.

Ketua Sub Kelompok Penduduk DPPAPP Provinsi DKI Jakarta, Nurdini Wahyuningsih menuturkan, DPPAPP mempunyai peran mengurusi remaja sampai lansia, serta membantu program stunting. DPPAPP membantu Pemprov DKI Jakarta untuk memantau kesehatan sebelum menikah dan melahirkan.

“Kami melaksanakan program bina keluarga remaja. Saya meminta agar ibu-ibu menjadi tempat curhat bagi anak-anak remajanya.

Kami juga mampunyai websaite untuk konsultasi dari mulai gizi ibu balita, pertumbuhan anak, konseling, membuka usaha dan lainnya yang bisa, dikunjungi langsung. Kami siap membantu dan memberikan layanan sosial ataupun yang dibutuhkan masyarakat,” pungkasnya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *