Bengkulu, JNcom – Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya perencanaan kehidupan berkeluarga, pengendalian penduduk, serta pembinaan ketahanan keluarga menuju terwujudnya keluarga yang berkualitas dan sejahtera, BKKBN Provinsi Bengkulu menggelar sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana, Jum’at (24/10/2025), di Desa Karang Jaya, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars KB.
Sebagai narasumber dihadirkan Hj. Eko Kurnia Ninggsih (Anggota Komisi IX DPR RI), Zamhari, SH, MH (Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu), Irawan, SST (Plt. Sekretaris DP2KBP3A Kab. Rejang Lebong). Turut hadir pula Anggota DPRD Kabupaten Rejang Lebong Dapil II Apriadi, Camat Selupu Rejang Meilinda, S.E., Kepala Desa Karang Jaya Cahyo Purnomo, S.Pd.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, SH, MH menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan keluarga berkualitas melalui Program Bangga Kencana.
“Dengan sosialisasi ini, saya berharap masyarakat semakin memahami manfaat perencanaan keluarga dan berpartisipasi aktif dalam upaya mewujudkan keluarga kecil, bahagia, dan sejahtera,” ujarnya.
Anggota Komisi IX DPR RI, Hj. Eko Kurnia Ninggsih menyoroti pentingnya kesiapan pasangan muda sebelum memasuki jenjang pernikahan. Menurutnya, persiapan tersebut bukan hanya soal ekonomi atau mental, tetapi juga kesehatan.
“Anak muda harus memperhatikan asupan gizi dan memeriksakan kondisi kesehatan minimal tiga bulan sebelum menikah, agar ibu hamil dan bayi berada dalam kondisi sehat,” ucapnya.
DPR, tambahnya, akan terus mendorong pemerintah pusat maupun daerah untuk memperkuat edukasi masyarakat mengenai pola hidup sehat dan memastikan dukungan anggaran untuk program penurunan stunting.
Sementara itu, Plt. Sekretaris DP2KBP3A Kabupaten Rejang Lebong, Irawan berharap adanya kesinambungan program keluarga berencana (KB) dalam menekan angka stunting. Menurutnya, pelayanan KB berperan vital dalam mengatur jarak kehamilan yang sehat dan ideal, yang berdampak langsung terhadap status gizi anak.
“Pengaturan jarak kehamilan, pola pengasuhan yang baik, serta pembinaan keluarga dari remaja hingga lansia merupakan bagian integral dari program Bangga Kencana. Dengan intervensi yang terintegrasi dan kolaboratif, kita dapat menurunkan angka stunting secara berkelanjutan,” pungkasnya. (**)











