July 14, 2024

Jakarta, JNcom – Dewan Rempah Kejayaan Indonesia menyambut baik kedatangan sejumlah Delegasi Yulin – Cina untuk melakukan MOU Bisnis Rempah, Selasa (8/8/2023) di Jakarta. Hadir dalam MOU ini dari kementerian perekonomian Totok Hariwibowo dan pengusaha rempah Indonesia Hartono Chandra.

“Terima kasih atas kedatangan Delegasi Rempah Yulin Cina sore ini. Saya ucapkan selamat datang,” ujar Ketua Dewan Rempah kejayaan Indonesia, Dr. H. Agung Cokordha Ngurah Kusuma Yudha.

Acara ini digelar dengan tujuan untuk menjalin kerjasama dagang antara pelaku rempah asal Cina dan asal Indonesia, serta membahas rencana pengembangan sentra rempah Nusantara dan Sister City kota Yulin Cina di Indonesia. Pertemuan ini penting karena dengan adanya pertemuan ini diharapkan adanya bisnis B2B akan lebih intens pasca pertemuan ini.

Ketua Delegasi rempah Cina, Yang Guomei mengungkapkan bahwa dirinya sering berkunjung ke pulau pulau Indonesia yang menghasilkan rempah. “Saya merasakan keakraban hubungan Indonesia-Cina. Saya mengucapkan terimakasih atas keakraban hubungan Indonesia-Cina. Semoga kedepannya pemerintah Indonesia-Cina bisa menyiapkan gudang untuk rempah-rempahnya,” imbuhnya.

Pasca pertemuan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para pelaku usaha rempah dan dapat memajukan pasar rempah Indonesia dalam pasar global.

Sementara itu, Ketua Dewan Vanila Indonesia John Tumiwa mengapresiasi pertemuan tersebut. Ia berharap kedepannya ada kerjasama antara pengusaha Indonesia dan pengusaha rempah China dalam bentuk investasi.

“Kita memang sudah saat untuk bekerjasama dengan China. Jadi bukan hanya sekedar mengekspor bahan baku mentah saja ya, tetapi diharapkan kalo bisa diolah dulu di Indonesia baru di ekspor ke China. Indonesia kaya akan rempah-rempah yang siap diekspor seperti lada, vanili, cengkeh, pala dan kayu manis jadi menurutnya peluang usaha rempah pasca MOU ini akan lebih terbuka lebar,” pungkas Jhon. (Mul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *