Nasional

Dukung Program Digitalisasi Pembelajaran Pemerintah, SCG Berdayakan Guru Indonesia Lewat Pelatihan Literasi Digital

×

Dukung Program Digitalisasi Pembelajaran Pemerintah, SCG Berdayakan Guru Indonesia Lewat Pelatihan Literasi Digital

Share this article

Jakarta, JNcom – Di tengah pesatnya era digital, teknologi kini memainkan peran krusial dalam mentransformasi cara manusia mengidentifikasi, mengolah, hingga mendiseminasikan pengetahuan Menyadari potensi tersebut, akselerasi penggunaan teknologi digital menjadi prioritas utama untuk memaksimalkan efektivitas kegiatan belajar mengajar di sekolah. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah meluncurkan Program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas pada November 2025, yang bertujuan untuk mempercepat transformasi pendidikan nasional melalui sistem pembelajaran yang interaktif dan merata di seluruh pelosok negeri.

Program ambisius tersebut menargetkan implementasi bagi lebih dari 288.000 sekolah di seluruh Indonesia, di mana pemerintah Indonesia menyediakan berbagai infrastruktur perangkat keras serta konten digital berkualitas tinggi untuk menunjang aktivitas di kelas. Selain penyediaan aset digital, Pemerintah juga memberikan pendampingan intensif bagi para guru melalui modul pembelajaran khusus serta bimbingan teknis guna memastikan teknologi digital dapat digunakan secara optimal sebagai pengajar yang inovatif.

SCG, perusahaan multinasional dengan berbagai jenis lini bisnis, memperkuat komitmennya sebagai mitra pembangunan nasional melalui peluncuran program Digital Literacy Training for Teachers yang diselenggarakan pada 2 – 3 Februari 2026 bertempat di Kantor Ancora Foundation, Jakarta. Inisiatif ini dirancang khusus untuk mendukung akselerasi program digitalisasi pembelajaran di Indonesia melalui serangkaian lokakarya (workshop) intensif mengenai utilisasi teknologi digital, guna membantu tenaga pendidik mengoptimalkan proses belajar-mengajar di kelas.

Selain penguasaan teknologi, SCG juga membekali para peserta dengan pemahaman mendalam mengenai kewirausahaan hijau (green entrepreneurship). Melalui materi ini, para guru didorong untuk mengembangkan sistem pembelajaran yang berwawasan lingkungan serta mampu mempromosikan nilai-nilai keberlanjutan kepada para siswa secara inovatif.

Pelatihan literasi digital ini merupakan terobosan terbaru dari SCG Sharing the Dream, sebuah program unggulan (flagship program) SCG yang berfokus pada perluasan akses pendidikan bagi generasi muda Indonesia. Melalui program ini, SCG berkomitmen untuk mempersiapkan calon pemimpin masa depan yang tidak hanya memiliki daya saing global, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap prinsip-prinsip keberlanjutan.

“Kami percaya bahwa literasi digital bukan lagi sekadar keterampilan teknis, melainkan sebuah jembatan menuju peluang yang tak terbatas. Kami memahami bahwa guru adalah pahlawan sejati yang menjaga pertumbuhan generasi masa depan kita. Dengan memberdayakan para guru, kami memperkuat komitmen kami dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di Indonesia, sebuah misi yang selaras dengan visi Indonesia Emas 2045 serta tujuan bisnis kami, Inclusive Green Growth.” ujar Pattaraphon Charttongkum, President Director SCG Indonesia.

Berdiri sejak tahun 1913 di Thailand dan hadir di Indonesia sejak 1992, SCG terus menegaskan komitmennya terhadap prinsip Inclusive Green Growth. Prinsip ini mendasari keyakinan perusahaan bahwa pertumbuhan bisnis harus berjalan selaras dengan kemajuan sosial dan kelestarian lingkungan tanpa meninggalkan siapa pun.

Selama 13 tahun pelaksanaannya di Indonesia, program SCG Sharing the Dream telah berperan aktif dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas dengan membuka akses pendidikan bagi lebih dari 4.600 pelajar. Sebagai langkah strategis untuk memperluas jangkauan dan penerima manfaat dari program beasiswa tersebut, SCG kini meluncurkan Digital Literacy Training yang dikhususkan untuk para guru. Inisiatif ini hadir untuk memberdayakan tenaga pengajar nasional agar mampu menghadirkan materi pembelajaran yang lebih efektif, interaktif, dan relevan melalui pengalaman belajar digital bagi para siswa.

Dalam rangkaian workshop yang berlangsung selama dua hari tersebut, SCG menghadirkan berbagai materi pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi digital para peserta, antara lain:

  1. Penguasaan Perangkat Digital Interaktif: Peserta diajak untuk mengeksplorasi teknologi yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa di kelas dengan memanfaatkan platform edukasi Assemblr EDU, yang mampu menyajikan materi pembelajaran dalam format imersif 3D dan augmented reality sehingga lebih interaktif. Cakupan pelatihan antara lain:
  • Bahan Pembelajaran Siap Pakai: Materi ajar yang siap dipakai dan dapat disesuaikan untuk memudahkan guru dalam menyampaikan materi secara sistematis dan menarik.
  • Perpustakaan Visual 3D: Pemanfaatan aset visual untuk menciptakan pengalaman belajar yang imersif, serta membantu siswa memahami konsep kompleks dengan pendekatan yang lebih interaktif.
  • Alat Editor yang Mudah: Perangkat penyuntingan materi presentasi yang mudah untuk memodifikasi dan meningkatkan kualitas materi pengajaran.
  1. Penanaman Nilai Green Entrepreneurship: SCG membekali para pendidik dengan pemahaman kewirausahaan hijau (green entrepreneurship) yang mencakup:
  • Strategi penyusunan konten pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan dan tema yang berhubungan dengan lingkungan.
  • Teknik mempromosikan konten edukatif yang inspiratif, sehingga para guru dapat mempromosikan sistem edukasi yang interaktif dan fokus terhadap lingkungan sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan yang bertanggung jawab.

Siti Julaeha, S.Pd, Guru Sosiologi dan Pendidikan Dasar Kewirausahaan SMAN 56 Jakarta, membagikan pengalamannya dalam mempelajari pemanfaatan teknologi augmented reality (AR) untuk proses pembelajaran, yang merupakan salah satu materi utama dalam pelatihan literasi digital yang diadakan oleh SCG. “AR (augmented reality) merupakan teknologi baru yang bisa kita terapkan untuk khususnya di pekerjaan saya sebagai media pembelajaran. Harapannya, saya bisa mengaplikasikan (teknologi AR) di dalam ruang kelas (sebagai materi) pembelajaran yang saya pakai. Semoga kegiatan ini akan terus ada, dan bisa dilanjutkan ke guru-guru lainnya, sehingga mendapatkan ilmu yang sama seperti saya,”tutur Siti.

“Kami percaya bahwa satu guru hebat memiliki kekuatan untuk mengubah kehidupan generasi masa depan secara luar biasa. Dedikasi mereka untuk terus berkembang sebagai pendidik tidak sekadar memperbarui kurikulum, melainkan membuka pintu peluang yang tak terbatas bagi generasi masa depan Indonesia,” tutup Pattaraphon. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *