Ekonomi & Bisnis

Beras Ketan Mandoti, Memiliki Keunikan Aroma yang Wangi

×

Beras Ketan Mandoti, Memiliki Keunikan Aroma yang Wangi

Share this article

Jakarta, JNcom – Produk pertanian yang satu ini terbilang langka, pasalnya Beras Ketan Mandoti konon merupakan satu-satunya hasil pertanian yang hanya cocok ditanam di desa Salukanan dan desa Kendenan, Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Ditemui dalam ajang ICEF-IPFE 2025 di JI-EXPO Kemayoran Jakarta Pusat, Rabu (30/7/2025), Tri Sutrisno, petani yang juga sebagai owner Twins Pulman Premiun yang mendistribusikan produk beras ketan Mandoti kepada JurnalNusantara.com menjelaskan, Pulu mandoti memiliki keunikan aroma khas yang wangi.

“Pulu Mandoti jika ditanam di tempat lain, bisa tumbuh dan berbuah tetapi aromanya tidak akan seharum di daerah asalnya. Keunikan ini membuat beras ini memiliki harga yang mahal di pasaran,” ujar Tri Sutrisno.

Mengutip dari sejarahnya, Pulu mandoti diyakini pada abad ke-17 dibawa oleh orang yang turun dari langit (Tomanurung) yang bernama Towalli dan diwariskan kepada anaknya, Bolong Ulu. Suatu waktu, ketika Bolong Ulu mengembangkan pulu mandoti. Ketika dipanen, dimasak, dan dimasak untuk upacara ritual, ternyata beras yang dimasak mengeluarkan aroma yang khas dan tajam. Pada waktu itu, berkembang pemahaman di masyarakat bahwa apabila ada aroma yang tajam dan asing yang berasal dari satu, maka itu berarti orang di rumah tersebut sedang mempersiapkan sesaji untuk menolak bala.

Pulu mandoti biasa dimasak menjadi sokko puluq mandoti ketika upacara pernikahan, kematian, dan acara-acara hajatan lainnya. Namun, di Desa Salukanan dan Desa Kendenan, pantang untuk menyajikan pulu mandoti dalam acara akikah.

“Beras ketan merah ini setiap tahunnya diproduksi sekitar 200-300 ton. Penanaman beras ini mencapai 215 hari, lebih lama dari penanaman beras biasa. Manfaat beras ini salah satunya untuk diet,” ungkap Tri.

Untuk menunjang produktivitas beras tersebut, diakui Tri bahwa pemerintah setempat memberi bantuan berupa traktor mini. Ia berharap ke depan produksinya semakin meningkat seiring dengan dukungan dari pemerintah setempat. “Saya berharap ke depan produksinya lebih banyak dan bisa diekspor,” pungkasnya. (my)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *