by

Perlu Adanya Sosialisasi dan Transparansi Program Beasiswa di Setiap Kampus

-Nusantara-48 views

Jakarta, JNcom – Salah seorang mahasiswi UNY berinisial NRF meninggal dunia akibat tingginya biaya UKT (Uang Kuliah Tunggal) yang diterapkan pihak kampus. Hal ini sangat disayangkan oleh berbagai pihak karena jika program beasiswa diterapkan dengan keadilan bagi warga kurang mampu peristiwa kelap tersebut tidak akan terjadi.

Pada prinsipnya, tidak dibenarkan seorang mahasiswa putus kuliah karena alasan ekonomi mengingat ada program beasiswa dan orang tua asuh.

Menyikapi hal ini Prof Sumaryoto mengatakan sebetulnya bagi mahasiswa yang tidak mampu ada program beasiswa. Beasiswa itu bisa atas dasar ketidakmampuan dan beasiswa karena prestasi.

“Dari lembaga-lembaga sosial/ kemasyarakatan, ada seperti dari Baznas, Supersemar dan sejenisnya. Jadi sebetulnya mahasiswa itu bebas untuk memilih, dimanapun bisa mengajukan permohonan beasiswa. Sedangkan pihak yang memberikan bantuan selain lembaga sosial/kemasyarakatan, juga dari pemerintah. Bahkan saat awal pandemik Covid 19, pemerintah ( atas beban APBN), mengeluarkan bantuan UKT untuk mahasiswa sebesar 2,4 juta per semester .Artinya bagi mereka yang tidak mampu banyak alternative opsi /solusi dan pilihan,” ujar Prof Sumaryoto selaku Rektor UNINDRA kepada JURNALNUSANTARA.COM, di Jakarta, pada Jumat (20/01/2023).

Menurut Prof Sumaryoto sebetulnya peristiwa memilukan itu sangat disayangkan bahkan itu tidak perlu terjadi jika dicari tahu sumber persoalannya, apakah ketidaktahuan pihak kampus atau faktor lain.

“Sangat disayangkan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan itu.Orang Tua asuh menjadi jalan terakhir disamping beasiswa,” imbuhnya.

Disinggung terkait persyaratan memperoleh beasiswa tambah Prof Sumaryoto sebetulnya sudah transparan baik aturan dan besarannya bagi mahasiswa.Bahkan ada KIP (Kartu Indonesia Pintar) jadi banyak cara.

“Seperti di Unindra juga di berlaku KIP dan diproses, semua ini tidak ada masalah.Bahkan di Unindra ada beasiswa internal baik bagi mahasiswa yang berprestasi dibidang olah raga maupun ilmiah, semua diberikan yang penting persyaratan dan kondisi terpenuhi,” tuturnya.

Lebih lanjut Prof Sumaryoto menyebut untuk menghindari terjadinya tragedi meninggalnya seorang mahasiswi akibat ketidak mampuan membayar kuliah, diharapkan pihak universitas transparan dan perlu adanya sosialiasasi tentang program beasiswa.

“Sebenarnya para mahasiswa bisa melihat website yang disediakan pihak kampus untuk mengetahui kriteria/persyaratan program beasiswa yang ada karena aturannya sudah lengkap. “ tandasnya. (sr handoko)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed