by

8 Parpol Sepakat Menolak Sistem Pemilu Proporsional Tertutup

-Politik-74 views

Jakarta, JNcom – Sebanyak 8 partai politik yang ada di DPR yaitu partai Golkar, Gerindra, PKB, Partai Demokrat, Partai Nasdem, PKS, PPP dan PAN menyatakan sepakat menolak penyelenggaraan Pemilu dengan sistem Proposional Tertutup. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto didampingi Ketua Umum/Wakil Ketua Umum dari 7 partai lainnya di hotel Darmawangsa, Jakarta, Minggu (8/1/2023).

“Kami dari 8 partai politik bersatu untuk kedaulatan rakyat dan akan melanjutkan pertemuan secara berkala untuk mengawal sikap dari 8 partai politik ini,” ujar Airlangga Hartart.

Terkait dengan diberlakukannya kembali sistem pemilu proporsional tertutup dan telah dilakukannya yudisial review di Mahkamah Konstitusi, kata Airlangga, kami dari 8 partai politik menyatakan sikap :
1. Kami menolak proporsional tertutup dan memiliki komitmen untuk menjaga kemajuan demokrasi di Indonesia yang telah dijalankan sejak era reformasi. Sistem proporsional tertutup merupakan kemunduran bagi demokrasi kita, sementara sistem proporsional terbuka merupakan perwujudan dari demokrasi yang berasaskan kedaulatan rakyat dimana rakyat dapat menentukan calon legislatif yang dicalonkan oleh partai politik. Kami tidak ingin demokrasi mundur.
2. Pemilu dengan sistem proporsional terbuka merupakan pilihan yang tepat dan telah sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 22-24/puu- Vi/2008 tanggal 23 Desember 2008 yang sudah dijalankan dalam 3 kali pemilu dan gugatan terhadap yurisprudensi akan menjadi preseden buruk bagi hukum kita.
3. KPU tetap menjalankan tugasnya sebagai penyelenggara pemilu dengan menjaga netralitas dan independensinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
4. Kami mengapresiasi kepada pemerintah yang telah menganggarkan anggaran Pemilu 2024 serta kepada penyelenggara pemilu terutama KPU agar tetap menjalankan tahapan-tahapan pemilu 2024 sesuai yang disepakati bersama.
5. Kami berkomitmen untuk berkompetisi dalam Pemilu 2024 secara sehat dan damai dengan tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa agar tetap menjaga stabilitas politik, keamanan dan ekonomi.

Sementara itu, Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa partai Demokrat sejak awal menolak dengan tegas terkait wacana sistem pemilu tertutup proporsional. Alasan menolak, kata AHY, jangan sampai ada hak rakyat dalam demokrasi ini dirampas. Secara internal partai demokrat juga perlu menjaga semangat yang tinggi dari seluruh kadernya.

“Kami dengan tegas menolak sehingga pertemuan ini menjadi penting. Kami mengapresiasi dan mendukung agar pembahasan isu-isu kebangsaan seperti ini juga terus kita lakukan dari waktu ke waktu,” pungkasnya. (my)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed