by

Unindra Sudah Sangat Siap Dengan Program Literasi Digital Pendidikan

-Nasional-69 views

Jakarta, JNcom – Pasca pelaksanaan gelaran KTT G20 di Bali tanggal 15-16 November 2022 menghasilkan beberapa kesepakatan salah satunya isu pendidikan yang tangguh, berteknologi, mudah diakses dan efektif/peningkatan keterampilan literasi digital.Terlebih pengguna internel di Indonesia begitu masif mencapai 73,7 persen dari total jumlah penduduk hampir 280 juta. Ironisnya indek pemanfaatan, penggunaan dan keahlian harus menjadi perhatian tersendiri karena dirasa masih rendah.Terpenting pemerintah harus menyediakan penggunaan fasilitas internet dan komputer diseluruh pelosok negeri untuk terciptanya program literasi digital.

Menurut Prof Sumaryoto bicara literasi digital pendidikan sebetulnya kurikulum sudah mengarah kesana apalagi dengan covid ini menjadi suatu keharusan bahwa proses belajar mengajar di pendidikan tinggi memang harus didasarkan pada konsep dan sistem digital di mulai dari proses kuliah, praktikum sampai dengan perpustakaan semua sudah mengarah kesana.Dan Unindra memang sedang berproses.

“Unindra sudah memiliki sistem SIKA (Sistem Informsi kemahasiswaan dan Akademik), LMS (Learning Management Sistem) kemudian ditunjang lagi dengan perpustakaan digital.Jadi intinya literasi digital didunia pendidikan sudah berjalan khususnya di Unindra, tidak perlu program /kebijakan baru sudah dengan sendirinya karena sudah mengantisipasi bahwa dengan era industri 4.0 merupakan suatu keniscayaan karena era digital sudah merasuk kesemua lini,”ujar Prof Sumaryoto Rektor Unindra kepada JURNALNUSANTARA.COM, di Jakarta, Minggu (04/12/2022).

Prof Sumaryoto juga menjelaskan di era digital ini tidak perlu interaksi seperti halnya pada sistem LMS dosen dan mahasiswa sudah bisa masuk dalam sistem ini untuk menyiapkan penjadwalan dan bahan/sumber/materi kuliah bersama-sama begitu juga pada sistem SIKA mahasiswa bisa isi daftar hadir dan dosen bisa memasukan nilai dalam sistem ini sehingga tidak ada lagi manual semua serba digital.

“Dalam sistem SIKA ini semua bisa diinput seperti nilai akhir dan buat transkrip nilai,” imbuhnya.

Tak hanya itu, tambah Prof Sumaryoto terkait SDM kampus Unindra sudah sangat siap karena para dosen/staff sudah di brefing, diberi pelatihan dan tutorial dalam menggunakan literasi digital jadi prinsipnya tidak ada masalah diera digital/komputerisasi ini.

“Sebetulnya kalau sudah terbiasa menggunakan mudah saja.Susah karena belum mengenal begitu dikenalkan tidak ada masalah seperti penggunaan laptop, zoom,” urainya.

Disinggung tentang adanya kurikulum literasi digital Prof Sumaryoto menyebut
tidak perlu adanya materi khusus literasi digital karena sudah teraplikasi ke dalam mata kuliah-kuliah yang memerlukan/ terkait dengan literasi digital.

“Jadi tidak perlu adanya materi khusus literasi digital karena sudah built in dalam mata kuliah yang memerlukannya,“ tandasnya. (s handoko)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed