by

Prita Bagikan Pengalaman Hidupnya dalam Buku “Biografi Prita Kemal Gani”

Jakarta, JNcom – Dr. (H.C.) Prita Kemal Gani meluncurkan buku biografinya berjudul ‘Prita Kemal Gani, 30 Tahun Sebagai Pendidik. Multi Peran Menjadi Pemimpin, Tokoh Humanis, Istri, dan Ibu’. Dalam bukunya yang ditulis oleh Asteria Elanda. Dirinya akrab disapa Prita membagikan pengalaman hidupnya dalam 10 episode. Diantaranya adalah perjuangannya membangun LSPR dari nol dan pengalamannya sebagai seorang ibu. Setiap episodenya selalu ada hal-hal baru menginspirasi layaknya sebuah biografi.

Dalm bukunya setebal 184 halaman, Prita menceritakan pengalaman hidupnya dalam 10 episode. Episode tersebut antara lain bagaimana Prita mulai membangun London School of Public Relation (LSPR) dari nol dengan dua pegawai dan puluhan murid saja, tips-tips menjadi seorang Public Relation (PR) yang berkesan dan mudah disukai orang, sampai akhirnya bisa meluluskan hampir seratus ribu tenaga terampil di bidang kehumasan, komunikasi, dan bisnis.

Kepemimpinan Prita hingga kini, LSPR membuka lapangan pekerjaan yang luas di bidang pendidikan, sektor yang menentukan kualitas sebuah bangsa. Prita merasa takjub atas perjalanan proses penulisan sejak membaca draft tulisan saat ditanya reaksi pertama Prita memegang buku ini. Karena banyaknya dukungan terutama yang Prita terima selama proses penulisan hingga akhirnya buku berhasil dicetak.

Lebih lanjut Prita mengugkapkan, sesungguhnya tak ada orang yang sakti sendirian. Semua bisa terjadi karena begitu banyak dukungan dan bantuan dari orang-orang yang mengasihi kita,” ujarnya di gelaran acara Book Launch Buku 30 Tahun Sebagai Pendidik: Multi Peran Menjadi Pemimpin, Tokoh Humas, Istri dan Ibu. Auditorium LSPR Jakarta, Rabu (30/11/2022).

Bab demi bab dalam buku tersebut tentu sangat berkesan bagi Prita, namun ketika harus dipilih satu, bab 8 menjadi bagian yang paling berkesan baginya. Prita sangat bangga ketika menjadi seorang PR karena dapat keliling dunia dan membagikan bahwa orang Indonesia juga paham mengenai profesi PR. Tidak hanya terpaku pada PR dari wilayah Barat (Western).

Zaman dulu saya kuliah yang kita belajar tentang Public Relation itu western Public Relation. Tapi sekarang waktunya seluruh dunia juga harus saling belajar. Sejak awal, saya selalu yang terdepan memperjuangkan pegawai,” terang Prita dalam keterangan disela gelar acara Wisuda, Kamis (1/12/2022).

Meski berprofesi sebagai seorang pemimpin dan pendidik, hal ini tak membuat Prita merasa lebih tinggi dari rekan kerjanya. Pegawai serta pendidik di LSPR sudah seperti keluarga. Bekerja sebagai pendidik jumlah penghasilannya tak berlebihan, namun kami memiliki kebahagiaan yang tak bisa dibeli dengan uang.

Kini, LSPR bisa mewisuda puluhan ribu mahasiswa di bidang kehumasan, komunikasi, dan bisnis. Tak hanya mencetak lulusan terbaik, juga membuka lapangan kerja yang luas di bidang pendidikan. Selain membagikan perjuangannya membangun LSPR, Prita juga mengisahkan kehidupan keluarganya, yakni menjadi ibu dari anak bungsu dengan spektrum autisme. Raysha adalah pertama kehidupan dan guru terbaik saya. Raysha mengajarkan pada saya bahasa komunikasi yang lebih tinggi, yaitu bahasa cinta.

Lewat LSPR mengembangkan diri dengan mendirikan London School Beyond Academy (LSBA). Di sini, anak-anak berkebutuhan khusus dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) bisa berkembang di LSBA dengan bimbingan dari tenaga-tenaga profesional. Dengan LSBA ini, anak-anak bisa berkarya, mandiri, bermasyarakat, dan bahagia.

Dengan rendah hati, Prita berharap semoga biografi ini menjadi manfaat bagi masyarakat. LSPR dapat terus mengembangkan diri dengan perspektif global, di mana tidak ada lagi sekat antar negara.

“Saya persembahkan buku ini untuk semua pembaca yang sepakat bahwa ilmu pengetahuan adalah investasi yang paling berharga,” pungkasnya seperti tertulis dalam laman awal Biografi. Buku tentang pendiri London School of Public Relations (LSPR) itu akan diterbitkan mulai 7 Desember 2022. (Guffe)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed