by

Rektor Universitas Moestopo, Paiman: Jangan Lakukan Praktek Kotor

Jakarta, JNcom – Rektor Universitas Moestopo Prof. Dr. H. Paiman Raharjo, MM., Msi., mengajak seluruh civitas akademika Universitas Prof. Dr. Moestopo Beragama berfokus pada menghasilkan out put pendidikan yang bermartabat dan unggul, yang sesuai dengan tujuan utama pendidikan yakni untuk membangun bangsa yang tangguh, dimana masyarakatnya berakhlak mulia, bermoral, bertoleransi, dan bergotong-royong. Jika terjadi permasalahan dalam manajemen pendidikan agar tetap tunduk dan taat kepada aturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Ajakan ini disampaikan Rektor masa bakti 2022-2027 ini pada press conference, Senin (21/10), di kantor rektorat Universitas Moestopo Beragama untuk meng-clear-kan permasalahan internal yang sempat melibatkan Dewan Pembina di kampus ‘abu-abu’ tersebut sepanjang sepekan terakhir ini.

Paiman –begitu sang Rektor ini akrab disapa di kalangan wartawan—menekankan, agar jangan melakukan praktek-praktek kotor. Karena di dunia Pendidikan tugas kita adalah menciptakan kaum intelektual, baik secara pendidikan, moral, etika maupun etitude, sehingga nantinya lulusan Universitas Moestopo diharapkan memiliki kualitas dan unggul.

‘’Jadi, intinya saya selaku Rektor iklas, bahwa yang terjadi ini merupakan sebuah dinamika untuk pembelajaran kedepan agar kita lebih berhati-hati, lebih mawas diri, lebih menggunakan cara-cara beretika yang sesuai dengan prosedur dan hukum yang berlaku,’’ ujar Paiman.

Diketahui, sebelumnya sempat terjadi kekisruhan pergantian kepemimpinan, yakni pergantian Rektor yang melawan hukum. ‘’Ini adalah kesalahpahaman. Bahwa sebagai Rektor, intinya saya hanya memperjuangkan yaitu kesejahteraan dosen dan karyawan melalui surat berdasarkan hasil rapat bersama,’’ jelas Paiman.

Tetapi, tambahnya, ada beberapa oknum yang menyampaikan keterangan palsu kepada Ketua Dewan Pembina bahwa tidak ada rapat dan tidak ada kesepakatan bersama, sehingga terjadilah pemberhentian Rektor secara cacat hukum.

Namun demikian, setelah mengetahui duduk persoalannya, Dewan Pembina cepat mengambil keputusan bahwa tidakannya sebelumnya adalah sebuah kekeliruan. ‘’Bahwa ini adalah sebuah pelanggaran hukum di dalam pemberhentian saya sebagai Rektor yang sah. Oleh karena itu, pada tanggal 18 November 2022, yaitu pada Jumat pekan lalu, SK saya, SK nomor 078 dikembalikan, sehingga saya resmi sah menjadi Rektor kembali untuk periode 2022-2027,’’ tegas Paiman.

Soal tindakan disiplin, menurut Paiman, pihaknya memilih jalur damai. ‘’Saya kira, ini dunia pendidikan, kalau bisa kita menempuh jalur yang baik. Tetapi jika ada timbul pidana ya kita lihatlah nantinya. Tapi, intinya bagi saya sebagai rektor, saya hanya ingin yaitu harga diri saya dipulihkan. Karena saya ini kan hanya memperjuangkan. Buktinya, mahasiswa banyak. Kemudian juga banyak penghargaan-penghargaan dari pemerintah terhadap universitas ini. Kemudian, sudah ada nama jalan Moestopo, dan masih banyak lagi prestasi lainnya,’’ terangkannya.

Sementara, Penasehat Hukum Ruhut Sitompul,SH yang mendampingi Rektor Paiman saat press conference berharap agar keputusan Dewan Pembina mengaktifkan kembali rektor yang sah di Universitas Moestopo Beragama ini agar diterima dengan baik.

‘’Rektor Paiman telah bekerja maksimal. Kerja keras Rektor yang bermotokan kerja, kerja, kerja ini, gak main-main. Nyatanya, siapa yang mengira target penerimaan mahasiswa, ngak ada yang bisa memprediksi. Tapi Pak Imam, dengan rendah hati karena dia orang yang sangat santun, beliau bekerja keras, nyatanya melebihi target,’’ ujar Ruhut.

Ruhut berharap, pengaktifan kembali Rektor Paiman ini menjadi momentum untuk mengembalikan kembali marwah kampus ini. Jadi, meski terindikasi ada masalah hukum, namun karena Paiman bisa menerima kejadian ini dengan berbagai dinamikanya, marilah kita bersatu. ‘’Karena jujur saja, ia (Paiman) sudah sangat disolimi minggu kemarin,’’ kata Ruhut seraya menambahkan, ‘’Hati boleh panas namun kepala harus tetap dingin. Peribahasa itu ada di diri Paiman Bahwa ada persoalan besar ia bisa kecilkan dan persoalan kecil dia bisa hilangkan. Ini semua ada di diri Paiman’’.

‘’Jadi sebagai penasehat hukum, saya menghimbau kepada teman-teman janganlah bertindak yang aneh-aneh. Dan perlu juga diketahui, mereka semua yang bawa Paiman. Janganlah. Beliau ini hatinya sangat bersih. Jadi dengan sudah kembalinya Paiman sebagai Rektor oleh Dewan Pembina, kami berterima kasih. Marilah,,, tolonglah kita jaga, kita jaga nama baik almamater kita, Universitas Prof. Mustopo Baragama,’’ pungkas Ruhut. (Red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed