by

Soal Pilpres, Ini yang Perlu Diwaspadai

-Politik-76 views

Jakarta, JNcom – Direktur P3S, DR Jerry Massie Ph.D mengatakan pentingnya publik paham akan bahaya capres yang didanai kelompok oligarki. Menurutnya, dalam pilpres seringkali ada peluang bagi kaum pemodal untuk memberikan bantuan logistik dengan sasaran dan tujuan menguasai aset-aset di negeri ini yang tentunya menjadi ancaman kelangsungan berbangsa dan bernegara.

“Anti Oligarkhi tidak disukai, tidak mempunyai dana. Namun mereka kaya pemikiran. Namun sulit untuk dilirik partai politik yang mempunyai daya untuk mencalonkan presiden,” tutur Jerry Massie dalam acara diskusi daring terkait calon presiden pada pilpres 2024, Kamis (3/11/2022).

Jerry Massie menambahkan, oligarki akan menggunakan jasa relawan, surveiRp dan buzzeRp. Berapa pun oligarki akan membayar demi kepentingan mereka menguasai Indonesia.

“Sebaiknya pemimpin ke depan anti oligarki kalau perlu antitesa Jokowi. Ingat oligarki akan membayar, menyuap para kelompok idiot agar memilih capres bodoh pilihan mereka. Alasanya capres tak berprestasi dan otak pas-pasan mudah untuk disetir dan didikte. Jadi rakyat harus bersatu melawan. Pilihlah parpol anti oligarki dan capres anti oligarki,” tambah Jerry.

Pengertian oligarki dijelaskan oleh Bung Marbun sebagai moderator, merupakan pemerintahan yang dijalankan oleh beberapa orang yang berkuasa dari golongan atau kelompok tertentu.

Sementara itu, Pengamat politik, Muslim Arbi mengatakan, pola-pola pencitraan dengan masif belum menentukan calon. Oligarki melakukan pola-pola pencitraan tersebut untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas.

“Partai politik banyak yang gagal untuk pengkaderan pemimpin yang berkualitas. Banyak sekali pemimpin yang berkualitas namun dengan adanya presidential threshold yang tinggi tidak ada peluang kandidat berkualitas untuk mencalonkan jadi presiden,” ujar Muslim Arbi.

Anthony Budiawan (pakar ekonomi) mengatakan rakyat ingin perubahan. “Kita rindu dipimpin oleh pemimpin yang adil, hukum bisa diterapkan kepada semua golongan. Hukum telah dimasuki oleh Politik. Tetapi sistem masih belum berpihak untuk pilihan presiden 2024,” jelasnya.

Prediksi Anthony Budiawan setidaknya ada 3 pasangan pilpres. Hal ini setidaknya disebabkan oleh empat hal, mulai dari tata kelola partai politik yang belum demokratis, regulasi, penegakan hukum lemah, hingga kesadaran masyarakat yang rendah.

Oligarki berasal dari bahasa Yunani, “oligarkhes”, yang berarti sedikit yang memerintah. Di dalam ilmu negara, banyak konsep tentang oligarki. Konsep filsuf Plato. Teorinya menyebutkan bahwa oligarki merupakan bentuk pemerosotan dari pemerintahan aristokrasi, pemerintahan yang dipimpin cerdik pandai menjadi dipimpin segolongan kecil yang memerintah demi kepentingan golongan itu sendiri.

Marwan Batubara (Direktur IRESS) mengungkapkan target mereka mendominasi kekuasaan dan beberapa manfaat, dan aman dari gugatan hukum. “Makin ke belakang semakin kuat cengkeramnya dari sisi uang dan kekuasaan dan aturan yang mereka buat,” tegasnya.

Ray Rangkuti, Koordintor LIMA berpendapat bahwa Oligarkhi merupakan perkawinan antara kaum pemodal dan penguasa. “Model Oligarkhi tersebut model oligarkhi Cipil, tidak menggunakan kekuatan senjata dan ekonomi tapi dengan sumber-sumber kekuasaan yang mereka miliki. Masuk melalui legislatif, pilkada. Mereka akan mengikuti kontestasi politik sehingga akan menguasai dengan mengikuti,” ungkapnya.

“Mencegahnya secara frontal sangat sulit. Hanya kita hanya bisa melihat ciri-ciri Capres yang didukung oleh Oligarkhi,” ujar Ray Rangkuti.

Ciri-ciri Oligarkhi menurut Ray Rangkuti adalah calon presiden mereka menyembunyikan laporan dana kampanye. Apalagi akan keliling ke Indonesia menggunakan dana cukup besar. Jika menyembunyikan berarti dia masuk. (Red)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed