by

Survei PDB: Mayoritas Warga DKI Jakarta Menyatakan Puas Terhadap Kinerja Anies Baswedan

Jakarta, JNcom – Peneliti Pusat Data Bersatu (PDB), Syarifudin, M.Si mengatakan, berdasarkan penelitian PDB, sebanyak 58 persen responden menyatakan puas terhadap kepemimpinan gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Kepuasan tersebut diantaranya terkait pelayanan transportasi umum dan penataan ulang infrastruktur. Namun demikian, ada hal mendesak yang belum terselesaikan oleh Anies adalah masalah ekonomi akibat pandemi Covid-19 dan kemacetan kota Jakarta.

“Mayoritas responden menginginkan keberhasilan Anies diestafetkan kepada Pj Gubernur. Mereka juga menginginkan pengganti Anies sebagai sosok yang mengayomi, tidak memihak dan bebas dari kepentingan politik identitas,” ujarnya dalam acara diskusi PDB, Kamis (29/9/2022).

Ia menambahkan bahwa mayoritas warga DKI Jakarta menginginkan Pj Gubernur DKI Jakarta mampu menjadikan DKI sebagai barometer ekonomi politik nasional sehingga mampu keluar dari pandemi lebih cepat, selaras dengan pernyataan Jokowi Pulih lebih cepat bangkit lebih kuat.

Dalam kesempatan tersebut, Pengamat Ekonomi INDEF, Dr. Agus Herta Sumarto menilai, survei yang dilakukan oleh PDB sangat tepat disaat kondisi DKI Jakarta akan mengalami pergantian jabatan gubernur. Menurutnya, warga DKI Jakarta sudah berfikir rasional dan menyadari ada masalah yang harus diselesaikan oleh penerusnya.

“Saya melihat masalah ekonomi bukan hanya masalah DKI saja, tetapi juga menjadi masalah nasional bahkan global. Pemimpin yang diharapkan oleh publik adalah sosok yang mengayomi dan dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat serta mampu menjaga kondusifitas DKI Jakarta. Kalau kondisinya sudah kondusif maka perkonomian pun akan berjalan dengan baik. Masyarakat DKI faham akan hal itu,” ungkapnya.

Sementara itu, mantan Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso berpendapat bahwa melihat tingkat kepuasan warga Jakarta terhadap Anies adalah menjadi kabar yang kurang menyenangkan bagi kelompok heaters yang tidak menyukai Anies. Ia memandang bahwa untuk memilih calon PJ Gubernur harus penuh kehati-hatian mengingat APBD DKI Jakarta sangat besar.

“Saya sependapat Jakarta adalah barometer sehingga calon Pj Gubernur harus mempunyai jam terbang tinggi. Pj Gubernur DKI nanti tidak mudah karena dibayang-bayangi oleh prestasi gubernur sebelumnya,” pungkasnya. (red/my)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed