by

Jalur Mandiri Berbayar Bisa Merusak Tatanan Perguruan Tinggi di Indonesia

-Nasional-61 views

Jakarta, JNcom – Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Anwar Makarim mengubah sistem seleksi jalur mandiri masuk perguruan tinggi negeri (PTN) agar lebih transparan dan berkeadilan. Karena persepsi masyarakat bahwa jalur seleksi mandiri lebih berpihak kepada calon mahasiswa yang memiliki kemampuan finansial tinggi.

Perubahan sistem tersebut supaya ada standarisasi yang mengatur transparansi dan akuntabilitas proses seleksi.

Menurut Prof Sumaryoto kalau bicara seleksi sifatnya harus terbuka dan objektif sehingga tidak perlu jalur lain karena sudah ada sistem jalur masuk perguruan tinggi negeri (PTN) secara nasional yang sudah ada, itu sudah sangat bagus.

“Apalagi sekarang diera digital dengan mudah dibuat sistem sendiri secara terpadu dan terstandar, PTN bisa menentukan sendiri berapa kuota, dengan sistem tersebut mahasiswa bisa memilih pilihan program pilihan 1 dan 2 sehingga terselesaikan dengan baik,”ujar Prof Sumaryoto Rektor Unindra kepada JURNALNUSANTARA.COM, di Jakarta, Sabtu (17/09/2022).

Seleksi jalur mandiri yang sudah cukup lama dengan praktek menawarkan/ menjanjikan bisa diterima di PTN tambah Prof Sumaryoto yang pertama jelas perbuatan tersebut tidak mengindahkan kaidah-kaidah akademik, namanya seleksi akademik nomor satu faktor akademik karena seleksi untuk perguruan tinggi kedua terkait kuota harus terbuka ketiga mengenai donasi/sumbangan dari mahasiswa/ orang tua diperbolehkan namun harus transparan manajemennya dan peruntukan untuk apa.

“Proses seleksi dengan pertimbangan akademik tetap dikedepannya baru bicara donasi/sumbangan sifatnya tidak terikat apa-apa dan tidak bermasalah, iklas antara pemberi dan penerima.Yang jadi persoalan sekarang ini karena uang didahulukan itu yang tidak baik dan tentu dipersoalkan,” tegasnya.

Disinggung terkait kualitas lulusan Jalur mandiri, Prof Sumaryoto mengatakan soal kualitas atau tidak tergantung jika calon mahasiswa memiliki kemampuan akademik mumpuni didukung financial yang baik tidak masalah yang jadi problem sebaliknya financial baik namun kemampuan akademik yang dibawah standard, ini yang berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari.

“Sebetulnya jalur mandiri tidak perlu kecuali dibuka jalur resmi UMPTN nasional, kemudian tersedia kuota maka dibuka kembali penerimaan mahaiswa baru namun tetap dengan seleksi tersendiri/mandiri/kampus namun bukan dengan uang.Itu yang tidak boleh dan bisa merusak tatanan dalam perguruan tinggi jika berbayar,” tandasnya. (s handoko)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed