by

Polisi Ungkap Kasus Pencabulan Anak Dibawah Umur

Jakarta, JNcom – Unit VI PPA Satreskrim Tangerang Selatan berhasil mengungkap dan menangkap pelaku kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur.

Kombes Pol E Zulpan S.I.K M.Si. Kabid Humas Pokda Metro Jaya mengatakan, pada bulan Januari 2022 di Perumahan Dasanah Indah Blok UF 8/31, Kel. Bojong Nangka, Kec. Kelapa Dua, Kab Tangerang terjadi pencabulan anak perempuan dibawah umur inisial AKN (12) dengan tersangka S (42) barang bukti berupa Visum et Repertum, Pakaian Korban.

“Modus yang dilakukan pelaku melakukan pencabulan terhadap anak tirinya dengan cara meraba dan mencolok kemaluan korban secara berulang kali,” ujarnya di Piksa Metro Jaya, kamis (8/9/2022).

Lebih lanjut Kronologisnya, korban masih sekolah IV SD, saat itu tersangka menciumi bibir korban dan menarik lidah korban dengan menggunakan mulutnya. Beberapa hari kemudian tersangka S melakukan perbuatannya pada saat korban sedang tidur dengan ibunya dengan mencolokkan kemaluan korban dengan jari tangannya kemudian meraba dada dan kemaluan korban. Tersangka juga juga menjilat kemaluan korban.

Perbuatan tersebut dilakukan tersangka hampir setiap malam. Terakhir yang dilakukannya Januari 2022 saat itu ibu korban sedang tidur dikamar belakang sedangkan korban tidur dikamar depan. Saat itu korban mematikan semua lampu kecuali lampu dapur.

Setelah itu tersangka melepaskan celana korban, mengangkat kaki korban dan langsung menempelkan kemaluannya kekemaluan korban. Korban saat itu menendang tersangka dan memakinya, tersangka pun menghentikan perbuatannya.

Pengungkapan kasus ini pada Sabtu 2 September 2022 dari ibu korban bahwa pelaku berada di wilayah hukum Polsek Denpasar Selatan. Polisi segera meyisir dan menelususri keberadaan tersangka sehingga berhasil mengamankannya dan dibawa ke Polres Tangsel pada Minggu 4/9/2022.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang PERPPU Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak menjadi UU dipidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun serta denda paling banyak Rp.15 miliar. (Guffe).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed