by

Dukung UKM Naik Kelas, McEasy Luncurkan Transportation Management System Versi Mobile

Jakarta, JNcom – Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, jumlah UMKM di Indonesia mencapai 65,4 juta dimana lebih dari 800.000 usaha berada di tingkat kecil dan menengah (UKM). Namun, tingginya jumlah pelaku usaha di Indonesia tidak terlepas dari tantangan yang ada.

“Salah satu tantangan bagi pelaku UKM adalah terbatasnya akses teknologi. Umumnya, para pelaku UKM belum mengetahui cara memaksimalkan berbagai macam inovasi teknologi untuk menjangkau skala pertumbuhan yang lebih besar dibandingkan dengan metode konvensional. Contohnya, ada pelaku UKM di bidang logistik yang masih menganggap jika penggunaan manajemen transportasi digital itu mahal, rumit dan hanya cocok untuk perusahaan besar saja. Akibatnya, mereka masih mengandalkan spreadsheet Excel yang belum terintegrasi,” ungkap Wientor Rah Mada, Direktur Bisnis dan Pemasaran Smesco Indonesia. (01/09/2022).

“Kami memiliki 10 armada, tidak terlalu banyak. Karenanya, awalnya kami bertahan menggunakan sistem pencatatan dan manual. Tetapi seiring berkembangnya bisnis, ketika pengiriman sudah mencakup seluruh Jawa Tengah dan Jawa Barat, kami mulai merasa membutuhkan teknologi untuk dapat melakukan pelacakan armada dan menjatuhkan pilihan pada Transportation Management System dari McEasy. Untuk melakukan pengecekan lokasi armada, kami tidak perlu repot menelpon supir. Bukti pengiriman barang di tempat yang direkam secara digital juga memudahkan operasional,” ungkap Inggit, Sales Analyst, PT Bintang Harapan Makmur, PT Bintang Harapan Makmur – distributor produk minuman beralkohol dengan perizinan lengkap.

PT Bintang Harapan Makmur telah mencicipi manfaat dari penggunaan manajemen transportasi modern yang dikenal dengan Transportation Management System atau TMS, sejenis lunak terintegrasi untuk merencanakan, mengimplementasikan, memantau, dan mengoptimalkan proses logistik.

“Sejak pertama kali diluncurkan, Transportation Management System McEasy telah terbukti mampu menghemat waktu yang digunakan untuk mengurus kegiatan administratif operasional mitra kami hingga 60%. Berdasarkan data ini, kami akhirnya meluncurkan aplikasi TMS mobile agar solusi teknologi ini tidak hanya dapat diakses lewat laptop atau computer desktop tapi juga lewat perangkat bergerak, seperti ponsel dan tablet,” Raymond Sutjiono, Co-founder, McEasy.

“Karakter utama penggiat UKM logistik dan transportasi Indonesia adalah mereka sangat dinamis dan anti ribet. Karenanya, penggunaan perangkat komputer, seperti laptop dan desktop, kadang membatasi produktivitas mereka. Dengan aplikasi TMS mobile, proses perencanaan, pemantauan, alokasi, pengiriman dan monitoring order hingga pengecekan uang jalan sopir dan status bahan bakar kendaraan dapat dilakukan lewat ponsel,” lanjut Raymond.

Dengan biaya berlangganan mulai dari Rp 80.000/kendaraan/bulan, McEasy menawarkan bundle aplikasi TMS mobile, TMS dan Smart Driver App yang dikembangkan sesuai dengan dinamika ekosistem transportasi dan logistik di Indonesia.

“Masih ada anggapan bahwa penggunaan TMS itu rumit dan hanya cocok bagi perusahaan besar dengan ratusan armada. Guna mendukung UKM Indonesia untuk naik kelas, McEasy menghadirkan aplikasi mobile TMS yang praktis dan anti ribet. Aplikasi mobile hadir untuk membantu UKM di bidang logistik dan transportasi memantau informasi aliran barang dalam satu genggaman dan real time,” kata Hendrik Ekowaluyo, Co-founder, McEasy.

Selain menawarkan TMS, McEasy juga memiliki produk unggulan lainnya, yaitu Vehicle Smart Management System (VSMS). Baru-baru ini, McEasy dan SMESCO mengadakan program digitalisasi armada operasional UKM dengan membagikan 100 unit perangkat VSMS. Dengan penggunaan perangkat ini, pelaku UKM nantinya bisa memantau, melacak, dan memperoleh data dari armada operasional kamu secara real-time selama 24 jam.

“McEasy mempertegas komitmen kami untuk menghadirkan solusi digital terintegrasi dari hulu ke hilir bagi stakeholder di bidang logistik dan transportasi, khususnya para penggiat usaha kecil dan menengah. Bagi McEasy, perusahaan kecil memiliki kesempatan untuk maju seperti layaknya perusahaan besar. Kecil bukan berarti tidak bisa maju. Kecil bukan berarti tidak butuh optimalisasi. Kedepannya, kami akan terus mengembangkan solusi terintegrasi kelas dunia yang memudahkan mitra kami mengoptimasi semua proses logistik dan dengan biaya yang kompetitif,” pungkas Hendrik.

Untuk diketahui, McEasy menyediakan solusi digital berbasis Internet dan GPS untuk menjawab kebutuhan operasional logistik dan pelacakan lokasi kendaraan. Berdiri sejak tahun 2017, McEasy bertransformasi menjadi yang terdepan dalam memberikan solusi terintegrasi di bidang transportasi logistik dan pergudangan. Sebagai perusahaan perangkat lunak, mereka senantiasa melakukan riset dan pengembangan produk secara berkala sehingga dapat diandalkan oleh para pelanggan. McEasy mendapatkan putaran pendanaan awal senilai Rp 22 miliar (USD 1,5 juta) dari East Ventures. Disusul dengan pendanaan Seri A senilai Rp 97 miliar (USD 6,5 juta) dari East Ventures. https://www.mceasy.co.id/ (chris)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed