by

Tunjangan Profesi Guru Dihapus, Ancaman Terhadap Kualitas Pendidikan?

-Nasional-191 views

Jakarta, JNcom – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) meminta kepada pemerintah untuk segera mengembalikan ayat yang mengatur tunjangan profesi guru dalam draft rancangan undang-undang sistem pendidikan nasional (RUU Sisdiknas) yang telah masuk dalam Program Legislasi Nasional tahun 2022.

Permintaan tersebut disampaikan Ketua Umum PGRI terkait draf versi Agustus 2022 yang beredar luas di masyarakat pendidikan, bahwa pemberian tunjangan profesi guru, tunjangan khusus bagi guru di daerah terpencil, dan tunjangan kehormatan dosen sebagaimana tertulis dalam ayat 3-10 pasal 127 hilang. Hanya dicantumkan ayat 1 dari pasal 127 draf versi April dalam pasal 105 draf versi Agustus 2022.

Ia sangat menyayangkan disayangkan karena dalam draf RUU Sisdiknas ini substansi penting mengenai penghargaan atas profesi guru dan dosen sebagaimana tertuang dalam UU Guru dan Dosen, justru menghilang. Dalam RUU Sisdiknas draf versi April 2022 yang beredar luas, di pasal 127, ayat-3 tertera jelas tentang pemberian tunjangan profesi bagi guru dan dosen.

“Jika benar ayat tentang tunjangan profesi guru dihapus, tak hanya mengancam kesejahteraan guru di Indonesia tetapi juga mengancam terhadap kualitas pendidikan dan menimbulkan keengganan generasi muda untuk menjadi guru,” ujar Ketua Umum PGRI, Prof. DR. Unifah Rosyidi, M.Pd dalam jumpa pers di Gedung PGRI, Jakarta Pusat, Minggu (28/8/2022).

Unifah menjelaskan, saat ini masih banyak guru dan dosen, utamanya di sekolah-sekolah ataupun perguruan tinggi swasta yang belum mendapatkan gaji memadai, minimal memenuhi upah minimum Provinsi/Kabupaten/kota. Dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, jelas diamanahkan bahwa guru dan dosen berhak mendapatkan kesejahteraan berupa penghasilan diatas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial dari pemerintah dan pemerintah daerah.

“PGRI akan terus konsisten memperjuangkan hak profesional yang melekat dalam diri guru dan dosen,” pungkasnya. (red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed