by

Sarah Saputri Sajikan Eksplorasi Wisata Kuningan dengan Sajian Visual Ciamik dalam Single “White Horse Kuningan”

-Hiburan-89 views

Kuningan, JNcom – Solois dan Pemain Harmonika Sarah Saputri merilis single terbaru berjudul “White Horse Kuningan”, Minggu (21/8/2022). Ini merupakan sebuah komposisi musik instrumental yang memadukan harmonika, musik tradisional Indonesia, dan terinspirasi dari keindahan flora, fauna, serta alam di Kabupaten Kuningan Jawa Barat.

Sarah mengisahkan, inspirasi terciptanya lagu ini berawal dari pengalamannya melihat kuda putih, yang merupakan simbol dari Kuningan itu sendiri. Pengalaman visual itu ditranskrip menjadi rangkaian melodi luar biasa oleh Sarah.

“Lagu ini merupakan imajinasiku tentang Kuda Putih di Kuningan. Secara filosofis, Kuda Putih melambangkan kekuatan, kecantikan, keberanian, nampak gagah namun dia punya nilai seni yang tinggi,” ujarnya.

“White Horse Kuningan” menampilkan musik dengan pendekatan yang cukup menarik. Lagu ini punya unsur blues dari unsur melodi, namun secara ritmis mengedepankan musik tradisional Indonesia. Luar biasanya, Sarah memadukan harmonika dengan sentuhan kendang dan alat perkusi; satu hal yang sangat jarang atau mungkin belum pernah dilakukan musisi lain.

Sentuhan ini semakin menohok di part overtune atau sepertiga akhir lagu. Di mana Sarah juga mengenalkan terobosan Wilde tuned dari Seydel pada permainan harmonikanya.

“Supaya licks dan range-nya bisa lebih kekejar,” terang Sarah.

Pada divisi musik, Sarah berkolaborasi dengan pianis Jason Limanjaya sebagai peramu musik, Sandi Lesmana sebagai pemain bass, dan Cucu Zbet sebagai pemain kendang. Proses rekaman sekaligus olah suara dilakukan di Garputala Studio dan diramu oleh Tantan Nugraha.

Bukan sekadar lagu instrumentalia, “White Horse Kuningan” yang hadir dalam format video klip juga menyajikan tarian serta keindahan alam Kabupaten Kuningan. Sarah mengaku, tarian yang tersaji pada video klip merupakan representasi visual Kuda Putih.

“Personalitas Kuda Putih itu sendiri. Kita bisa melihat sisi bahagia, cantik, namun powerfull, gagah perkasa dan ketangguhan kuda putih ini sulit untuk dikalahkan,” bebernya.

Proses kreatif pembuatan video klip ini nyaris seluruhnya dilakukan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Mulai dari: Gunung Ciremai, Perutani, Curug Putri, Sukageuri,Talaga Biru Cicerem, Objek Wisata Cibulan, Woodland, JnJ, dan Zam-zam Pool. Kata Sarah, wilayah ini punya keindahan alam yang harus diketahui banyak orang.

“Kuningan, bagi saya merupakan wilayah yang punya banyak destinasi wisata. Dan ini keren banget!” ujarnya.

Penggarapan video klip “White Horse Kuningan” disutradarai Prakoso Umam, dengan melibatkan penampil dari Sanggar Tari Mutiara.

Kemandirian bermusik Sarah juga terlihat dalam proses kreatif lagu ini, sebab ia memproduseri karyanya sendiri. Selain itu, Sarah juga berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari Disporapar Kabupaten Kuningan, Perhutani, Taman Nasional Gunung Ciremai, Telaga Biru Cicerem Kaduela, Grage Resort, Obyek Wisata Alam Cibulan, Zam Zam Pool, Woodland, Tira Sanita Resort by Horison, dan produk harmonika asal Jerman, Seydel.

“Kekuatan musik, notasi, visual, dan tarian, seolah melambangkan kekuatan kuda putih. Dan bersyukur, proses kreatif pun enggak melibatkan terlalu banyak orang. Kita menggunakan perasaan kita saat sama-sama menggarap karya ini,” terangnya.

Ia berharap sebagian upaya terobosan bermusiknya bisa menjadi cetak biru bagi industri musik Tanah Air, khususnya bagi para pemain harmonika.

Saat ini, “White Horse Kuningan” sudah bisa dinikmati di berbagai layanan pemutar musik digital. Selamat mengapresiasi! (Red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed